Diabetes melitus tipe II merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan kenaikan kadar glukosa darah akibat resistensi insulin dan/atau gangguan sekresi insulin. Penyakit ini menjadi salah satu persoalan kesehatan masyarakat dengan prevalensi yang terus meningkat di seluruh dunia. Berdasarkan temuan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi diabetes melitus di Provinsi Sulawesi Utara sebesar 2,3%, lebih tinggi dibandingkan prevalensi nasional, akibatnya dibutuhkan usaha ...
Diabetes melitus tipe II merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan kenaikan kadar glukosa darah akibat resistensi insulin dan/atau gangguan sekresi insulin. Penyakit ini menjadi salah satu persoalan kesehatan masyarakat dengan prevalensi yang terus meningkat di seluruh dunia. Berdasarkan temuan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi diabetes melitus di Provinsi Sulawesi Utara sebesar 2,3%, lebih tinggi dibandingkan prevalensi nasional, akibatnya dibutuhkan usaha penatalaksanaan yang berdaya guna, termasuk melalui intervensi gizi berbasis pangan lokal. Riset ini bermaksud untuk mengetahui pengaruh pemberian cookies tepung labu kuning mix tepung pisang goroho terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe II di Puskesmas Tateli. Penelitian ini memakai metode quasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 48 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Intervensi dijalankan dengan menyajikan cookies tepung labu kuning mix tepung pisang goroho sebanyak 2 keping per hari (masing-masing 20 gram) selama 7 hari berturut-turut. Pengukuran kadar gula darah sewaktu dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan glukometer. Kajian data diawali dengan uji normalitas, kemudian dilanjutkan menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa rata-rata kadar gula darah sewaktu responden menurun dari 296,65 mg/dL sebelum intervensi menjadi 251,33 mg/dL sesudah intervensi, dengan rata-rata kemerosotan sebesar 45,31 mg/dL. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan dijumpai perbedaan yang bermakna antara kadar gula darah sebelum dan sesudah pemberian cookies tepung labu kuning mix tepung pisang goroho (Z = -4,667; p < 0,001). Disimpulkan bahwa pemberian cookies tepung labu kuning mix tepung pisang goroho efektif menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe II sehingga berpotensi menjadi alternatif pangan fungsional dalam menopang pengelolaan diabetes melitus.