Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya, dan dapat memicu inflamasi kronis melalui peningkatan sitokin proinflamasi seperti Interleukin-6 (IL-6). Prevalensi DM di Indonesia dan Sulawesi Utara terus meningkat, termasuk di RS Bhayangkara TK.III Manado yang mencatat 239 penderita pada Februari 2026. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kadar Interleukin-6 pada penderita Diabetes Mel...
Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya, dan dapat memicu inflamasi kronis melalui peningkatan sitokin proinflamasi seperti Interleukin-6 (IL-6). Prevalensi DM di Indonesia dan Sulawesi Utara terus meningkat, termasuk di RS Bhayangkara TK.III Manado yang mencatat 239 penderita pada Februari 2026. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kadar Interleukin-6 pada penderita Diabetes Melitus di RS Bhayangkara TK.III Manado. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan jumlah sampel 25 responden penderita Diabetes Melitus. Pengambilan sampel dilakukan di RS Bhayangkara TK.III Manado, sedangkan pemeriksaan kadar IL-6 dilakukan di Laboratorium Imunoserologi Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Manado menggunakan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam tabel frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (16 orang, 64,0%), berusia 50-60 tahun (15 orang, 60,0%), menderita DM lebih dari 5 tahun (12 orang, 48,0%), dan rutin menggunakan insulin (14 orang, 56,0%). Seluruh responden (25 orang, 100,0%) menunjukkan peningkatan kadar IL-6 di atas\r\nnilai normal, yang menggambarkan adanya proses inflamasi kronis pada penderita Diabetes Melitus.\r\nBerdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa seluruh penderita Diabetes Melitus dalam penelitian ini mengalami peningkatan kadar IL-6 yang menggambarkan adanya proses inflamasi kronis. Disarankan kepada penderita untuk mengontrol kadar glukosa darah, menjalani pengobatan secara teratur, menerapkan pola hidup sehat, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan menggunakan sampel lebih besar dan\r\ndesain analitik untuk mengetahui hubungan kadar IL-6 dengan faktor lain, seperti lama menderita, kontrol glikemik, dan komplikasi diabetes.