Prediabetes pada remaja merupakan kondisi yang perlu mendapat perhatian karena dapat berkembang menjadi diabetes melitus tipe 2 apabila tidak dicegah sejak dini. Pendidikan gizi mengenai makanan berindeks glikemik rendah merupakan salah satu strategi pencegahan yang dapat diimplementasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbedaan tingkat pemahaman gizi pada remaja dengan risiko prediabetes di SMA Negeri 1 Manado, baik sebelum maupun setelah menerima edukasi digital makanan indeks g...
Prediabetes pada remaja merupakan kondisi yang perlu mendapat perhatian karena dapat berkembang menjadi diabetes melitus tipe 2 apabila tidak dicegah sejak dini. Pendidikan gizi mengenai makanan berindeks glikemik rendah merupakan salah satu strategi pencegahan yang dapat diimplementasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbedaan tingkat pemahaman gizi pada remaja dengan risiko prediabetes di SMA Negeri 1 Manado, baik sebelum maupun setelah menerima edukasi digital makanan indeks glikemik rendah.\r\n Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan rancangan pre-ekperimen, menggunakan pendekatan one-group pretest-posttest design. Sampel penelitian terdiri dari 35 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria risiko prediabetes. Intervensi edukasi diberikan melalui media sosial Instagram selama dua minggu. Edukasi diberikan sebanyak enam kali, terdiri atas empat unggahan caraousel dan dua video animasi yang diberikan tiga kali setiap minggu. Pengumpulan data mengenai pengetahuan gizi dilakukan melalui kuesioner yang diberikan baik sebelum maupun sesudah intervensi, kemudian data tersebut dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed-Ranks. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa sebelum intervensi, mayoritas responden, yaitu 16 orang (45,7%), tergolong dalam kategori pengetahuan yang kurang. Sebaliknya, setelah edukasi diberikan, sebagian besar responden, sejumlah 26 orang (74,3%), berada pada kategori pengetahuan yang baik.\r\n Berdasarkan hasil analisis menggunakan Uji Wilcoxon diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 yang lebih kecil dari nilai signifikansi 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perubahan yang signifikan pada pengetahuan gizi responden sebelum dan setelah diberikan edukasi digital. Dengan demikian, edukasi digital mengenai makanan indeks glikemik rendah efektif meningkatkan pengetahuan gizi pada remaja dengan risiko prediabetes di SMA Negeri 1 Manado dan dapat digunakan sebagai salah satu upaya promotif serta preventif dalam mendukung pencegahan prediabetes pada remaja.