Prediabetes merupakan kondisi peningkatan kadar glukosa darah yang \r\nberpotensi berkembang menjadi diabetes melitus tipe 2 jika tidak diiringi dengan \r\ntindakan pencegahan. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap timbulnya \r\nprediabetes pada remaja adalah pola makan yang kurang sehat. Edukasi gizi digital, \r\nsebagai salah satu sarana promosi kesehatan, dinilai mampu meningkatkan \r\npengetahuan serta memperbaiki perilaku makan di kalangan remaja. Oleh karena \r\nitu, penelitian ini...
Prediabetes merupakan kondisi peningkatan kadar glukosa darah yang \r\nberpotensi berkembang menjadi diabetes melitus tipe 2 jika tidak diiringi dengan \r\ntindakan pencegahan. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap timbulnya \r\nprediabetes pada remaja adalah pola makan yang kurang sehat. Edukasi gizi digital, \r\nsebagai salah satu sarana promosi kesehatan, dinilai mampu meningkatkan \r\npengetahuan serta memperbaiki perilaku makan di kalangan remaja. Oleh karena \r\nitu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak edukasi gizi digital terhadap \r\npola makan remaja yang berisiko prediabetes di SMA Negeri 10 Manado. \r\nPenelitian ini mengadopsi jenis pre-eksperimental dengan rancangan satu \r\nkelompok pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari 35 responden yang \r\ndiseleksi melalui metode purposive sampling. Pemberian edukasi gizi dilakukan via \r\nmedia WhatsApp selama tiga minggu. Data mengenai pola makan diperoleh \r\nmelalui instrumen Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan kemudian dianalisis \r\ndengan uji statistik Paired Sample t-test. \r\nTemuan studi ini mengungkapkan bahwa sebelum intervensi, mayoritas \r\npartisipan (74,3%) menunjukkan pola makan dalam kategori kurang, sementara \r\nsetelah intervensi, semua partisipan (100%) termasuk dalam kategori cukup. \r\nPeningkatan kualitas pola makan tersebut ditandai dengan semakin baiknya \r\npemilihan jenis makanan, meningkatnya konsumsi buah dan sayur, serta \r\nberkurangnya konsumsi makanan dan minuman yang tinggi gula dan lemak. Skor \r\nrata-rata pola makan mengalami peningkatan signifikan, yaitu dari 111,06 ± 6,357 \r\nmenjadi 133,80 ± 6,384, dengan nilai p sebesar 0,000 (p