Kecelakaan kerja pada sektor pertanian masih menjadi permasalahan yang memengaruhi kesehatan, keselamatan, dan produktivitas petani. Tingginya risiko aktivitas pertanian menuntut pemahaman yang baik mengenai keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta dukungan tingkat pendidikan yang memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan dan tingkat pendidikan dengan kejadian kecelakaan kerja serta mengetahui gambaran kejadian kecelakaan kerja pada petani sayur di Kecamatan Modoindin...
Kecelakaan kerja pada sektor pertanian masih menjadi permasalahan yang memengaruhi kesehatan, keselamatan, dan produktivitas petani. Tingginya risiko aktivitas pertanian menuntut pemahaman yang baik mengenai keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta dukungan tingkat pendidikan yang memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan dan tingkat pendidikan dengan kejadian kecelakaan kerja serta mengetahui gambaran kejadian kecelakaan kerja pada petani sayur di Kecamatan Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 310 petani sayur yang dipilih menggunakan teknik incidental sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square serta koefisien kontingensi pada tingkat kemaknaan 5%. Instrumen diuji validitasnya terlebih dahulu, dengan hasil 42 butir dinyatakan valid. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 285 responden (91,9%) pernah mengalami kecelakaan kerja, dengan penyebab terbanyak tidak menggunakan alat pelindung diri sebanyak 226 orang (72,9%). Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori baik (262 orang; 84,5%) dan tingkat pendidikan menengah (191 orang; 61,6%). Uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan kecelakaan kerja (p = 0,181; uji eksak Monte Carlo p = 0,158), sedangkan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan dengan kecelakaan kerja (p = 0,018). Disimpulkan bahwa tingkat pendidikan berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja pada petani sayur, sedangkan pengetahuan tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Disarankan agar instansi terkait menyelenggarakan penyuluhan dan pelatihan K3 secara berkelanjutan yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan petani, guna menurunkan risiko kecelakaan kerja.