Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat memicu terjadinya inflamasi sistemik melalui peningkatan mediator proinflamasi, termasuk Interleukin-6 (IL-6). Kondisi inflamasi tersebut dapat semakin diperberat apabila disertai hipertensi sehingga meningkatkan risiko komplikasi kardiometabolik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar Interleukin-6 pada penderita diabetes melitus dengan dan tanpa hipertensi di RSU GMIM Siloam Sonder, Kabupaten Minahasa, b...
Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat memicu terjadinya inflamasi sistemik melalui peningkatan mediator proinflamasi, termasuk Interleukin-6 (IL-6). Kondisi inflamasi tersebut dapat semakin diperberat apabila disertai hipertensi sehingga meningkatkan risiko komplikasi kardiometabolik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar Interleukin-6 pada penderita diabetes melitus dengan dan tanpa hipertensi di RSU GMIM Siloam Sonder, Kabupaten Minahasa, berdasarkan karakteristik jenis kelamin, usia, lama menderita diabetes melitus, serta status hipertensi. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pengambilan sampel menggunakan teknik quota sampling terhadap 25 responden. Pemeriksaan kadar Interleukin-6 dilakukan menggunakan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA), dengan sampel serum, dan pemeriksaan dilakukan di Laboratorium jurusan teknologi laboratorium medis. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh responden memiliki kadar Interleukin-6 meningkat di atas nilai normal (>7 pg/ml). Temuan ini menunjukkan adanya inflamasi kronis pada seluruh responden, dengan peningkatan kadar Interleukin-6 lebih tinggi pada kelompok diabetes melitus disertai hipertensi. Pemeriksaan Interleukin-6 dapat dipertimbangkan sebagai indikator inflamasi \\\\r\\\\ndalam pemantauan perkembangan penyakit serta risiko komplikasi metabolik. Penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan jumlah sampel yang lebih besar dengan desain kohort prospektif agar hubungan kadar Interleukin-6 dengan perkembangan komplikasi kardiometabolik dapat dianalisis secara lebih mendalam.