Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar Interleukin-1 Beta (IL-1β) pada penderita diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Lansot Kota Tomohon, baik yang memiliki komplikasi maupun yang tidak. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai peran IL-1β sebagai biomarker inflamasi dan membantu memahami proses inflamasi yang terjadi pada penderita diabetes melitus. Tujuan khusus penelitian ini mencakup pengukuran kadar IL-1β serta perbandingan kadar IL-1β pada pen...
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar Interleukin-1 Beta (IL-1β) pada penderita diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Lansot Kota Tomohon, baik yang memiliki komplikasi maupun yang tidak. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai peran IL-1β sebagai biomarker inflamasi dan membantu memahami proses inflamasi yang terjadi pada penderita diabetes melitus. Tujuan khusus penelitian ini mencakup pengukuran kadar IL-1β serta perbandingan kadar IL-1β pada penderita diabetes melitus dengan komplikasi dan tanpa komplikasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh penderita diabetes melitus yang berada di wilayah kerja Puskesmas Lansot, dengan sampel sebanyak 25 responden yang dipilih secara purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, informed consent, serta pemeriksaan laboratorium serum menggunakan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) untuk mengukur kadar IL-1β. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi, persentase, serta narasi dari karakteristik responden dan kadar IL-1β. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (80%) memiliki kadar IL-1β pada kategori inflamasi sedang, sedangkan 12% berada pada kategori inflamasi ringan dan 8% pada kategori normal. Kadar IL-1β yang meningkat menunjukkan adanya aktivitas inflamasi kronis yang menyertai kondisi diabetes melitus. Temuan ini memperkuat pemahaman bahwa diabetes melitus tidak hanya merupakan gangguan metabolik, tetapi juga berkaitan dengan proses inflamasi. Oleh karena itu, IL-1β dapat dijadikan indikator inflamasi pada penderita diabetes melitus dan dapat menjadi acuan dalam pengelolaan klinis serta pencegahan komplikasi.