PUSTAKA Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Manado
Login
Pencarian Spesifik
PUSTAKA Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Manado
Login
No image available for this title
9X Dilihat
Skripsi

Hubungan Tingkat Kebisingan Dengan Gangguan Pendengaran Pada ABK Kapal Penumpang Tujuan Manado-Siau Di Pelabuhan Manado

Marlyn M. Pandean
Pengarang
Bongakaraeng
Pengarang
Aliyah Dinda Hudayah
Pengarang
Citation Model
Citation Style

APA Style

Skripsi
2026
Indonesia
Akses Terbatas

Abstrak

Gangguan pendengaran akibat kebisingan merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang sering terjadi pada pekerja yang terpapar bising dalam jangka waktu lama, termasuk Anak Buah Kapal (ABK). Kebisingan di lingkungan kerja kapal penumpang berpotensi menurunkan fungsi pendengaran ABK apabila terjadi secara terus-menerus tanpa pengendalian yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kebisingan, mengidentifikasi gangguan pendengaran, serta menganalisis hubungan tingkat kebising... Gangguan pendengaran akibat kebisingan merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang sering terjadi pada pekerja yang terpapar bising dalam jangka waktu lama, termasuk Anak Buah Kapal (ABK). Kebisingan di lingkungan kerja kapal penumpang berpotensi menurunkan fungsi pendengaran ABK apabila terjadi secara terus-menerus tanpa pengendalian yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kebisingan, mengidentifikasi gangguan pendengaran, serta menganalisis hubungan tingkat kebisingan dengan gangguan pendengaran pada ABK kapal penumpang tujuan Manado – Siau di Pelabuhan Manado. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 65 ABK dari 5 kapal, dengan sampel sebanyak 30 ABK dari 3 kapal yang berhasil diperiksa. Tingkat kebisingan diukur menggunakan sound level meter dan dikategorikan memenuhi syarat (MS) atau tidak memenuhi syarat (TMS), sedangkan gangguan pendengaran diperiksa menggunakan audiometri dan dikategorikan berdasarkan kategori gangguan pendengaran dengan tingkat keparahan yang lebih tinggi pada kedua telinga. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tingkat kebisingan sebesar 82,96 dB, dengan 73,3% responden bekerja pada area tingkat kebisingan tidak memenuhi syarat. Gangguan pendengaran kategori sedang ditemukan pada 60,0% responden, kategori ringan 36,7%, dan kategori berat 3,3%. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0,208 dengan nilai p sebesar 0,270 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat kebisingan dengan gangguan pendengaran pada ABK. Meskipun demikian, tingginya tingkat kebisingan yang melebihi nilai ambang batas tetap berisiko terhadap kesehatan pendengaran ABK sehingga diperlukan upaya pengendalian kebisingan dan penggunaan alat pelindung telinga secara konsisten.\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\r\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\nKata Kunci: Kebisingan, Pendengaran, ABK.
  • Informasi
  • Eksemplar
  • File PDF
Judul Seri
-
No. Panggil
SKR KESLING 2026
Penerbit
Manado : Poltekkes Kemenkes Manado, 2026
Deskripsi Fisik
xiii, 76 Hal: Ilustrasi 27cm
Bahasa
Indonesia
Edisi
-
Subjek
Kebisingan
Pendengaran
ABK
Pernyataan Tanggung Jawab
Aliyah Dinda Hudayah; Bongakaraeng; Marlyn M. Pandean
Lokasi Koleksi
Barcode ID
Status
Reservasi
#
Poltekkes Kemenkes Manado Kampus C SKR KESLING 2026
SKR KESLING 2026-540-001
Tersedia
Lampiran Berkas
282_abstrak
Baca
282_bab1
Baca
Harap masuk untuk melihat lampiran
Terkunci
282_bab3
Baca
Harap masuk untuk melihat lampiran
Terkunci
282_bab5
Baca
282_lampiran
Baca
Comments

You must be logged in to post a comment

icon
© 2026 Pusat Data Terbitan Akademik
Perpustakaan Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado
Pencarian Spesifik