Air minum isi ulang merupakan salah satu alternatif kebutuhan air minum masyarakat yang terjangkau. Namun, kualitas air tersebut sangat bergantung pada penerapan sanitasi di tempat pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sanitasi terhadap kualitas bakteriologis (Coliform) pada Depot Air Minum (DAM) di Kecamatan Tuminting, Kota Manado.\r\nJenis penelitian ini adalah observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 16 depot yang dipilih berdasarkan kr...
Air minum isi ulang merupakan salah satu alternatif kebutuhan air minum masyarakat yang terjangkau. Namun, kualitas air tersebut sangat bergantung pada penerapan sanitasi di tempat pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sanitasi terhadap kualitas bakteriologis (Coliform) pada Depot Air Minum (DAM) di Kecamatan Tuminting, Kota Manado.\r\nJenis penelitian ini adalah observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 16 depot yang dipilih berdasarkan kriteria operasional. Data sanitasi dikumpulkan melalui observasi menggunakan checklist sesuai Permenkes Nomor 43 Tahun 2014, sedangkan kualitas bakteriologis diuji menggunakan metode Most Probable Number (MPN).\r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa dari 23 depot hanya 16 depot yang beroperasi. Dari 16 depot tersebut terdapat 14 Depot (87,5%) sanitasi DAM tidak memenuhi syarat dan 14 Depot (87,5%), positif mengandung bakteri Coliform. yang menunjukkan nilai p-value 0,008 (p < 0,05), Kesimpulannya terdapat pengaruh yang signifikan antara sanitasi depot air minum terhadap kualitas bakteriologis (Coliform) air minum di Kecamatan Tuminting. Pemilik depot disarankan untuk meningkatkan penerapan higiene sanitasi, dan instansi terkait perlu memperketat pengawasan serta pembinaan.