Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan metabolisme lipid, salah satunya peningkatan kadar trigliserida. Risiko komplikasi kardiovaskular dapat meningkat apabila diabetes melitus disertai hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar trigliserida pada penderita diabetes melitus dengan dan tanpa hipertensi di Puskesmas Teling Atas Ko...
Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan metabolisme lipid, salah satunya peningkatan kadar trigliserida. Risiko komplikasi kardiovaskular dapat meningkat apabila diabetes melitus disertai hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar trigliserida pada penderita diabetes melitus dengan dan tanpa hipertensi di Puskesmas Teling Atas Kota Manado. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif komparatif dengan jumlah sampel sebanyak 68 responden yang terdiri atas 34 penderita diabetes melitus tanpa hipertensi dan 34 penderita diabetes melitus dengan hipertensi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pemeriksaan kadar trigliserida dilakukan menggunakan metode enzimatik kolorimetri GPO-PAP dengan alat Fotometer BTS semi automatik. Data diperoleh dari hasil uji laboratorium, dianalisis secara deskriptif, disajikan dalam bentuk tabel, kemudian dinarasikan dan dibuat kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden pada kelompok diabetes melitus tanpa hipertensi memiliki kadar trigliserida normal, yaitu sebanyak 24 responden (70,58%), sedangkan pada kelompok diabetes melitus dengan hipertensi sebanyak 18 responden (52,94%). Kadar trigliserida borderline lebih banyak ditemukan pada kelompok diabetes melitus dengan hipertensi, yaitu sebanyak 14 responden (41,18%). Sementara itu, kadar trigliserida tinggi lebih banyak ditemukan pada kelompok diabetes melitus tanpa hipertensi, yaitu sebanyak 5 responden (14,71%), dibandingkan kelompok diabetes melitus dengan hipertensi sebanyak 2 responden (5,88%). Disimpulkan bahwa mayoritas penderita diabetes melitus dengan dan tanpa hipertensi di Puskesmas Teling Atas Kota Manado memiliki kadar trigliserida dalam kategori normal. Namun, proporsi kadar trigliserida tinggi lebih banyak ditemukan pada penderita diabetes melitus tanpa hipertensi dibandingkan penderita diabetes melitus dengan hipertensi.