Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai oleh hiperglikemia akibat gangguan sekresi maupun kerja insulin. Kondisi hiperglikemia yang berlangsung lama dapat memicu stres oksidatif dan aktivasi proses inflamasi kronis yang ditandai dengan peningkatan sitokin proinflamasi, salah satunya Interleukin-6 (IL-6). IL-6 berperan sebagai mediator utama dalam respons imun dan inflamasi yang berkaitan dengan progresivitas serta komplikasi Diabetes Melitus. Penelitian ini bertuj...
Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai oleh hiperglikemia akibat gangguan sekresi maupun kerja insulin. Kondisi hiperglikemia yang berlangsung lama dapat memicu stres oksidatif dan aktivasi proses inflamasi kronis yang ditandai dengan peningkatan sitokin proinflamasi, salah satunya Interleukin-6 (IL-6). IL-6 berperan sebagai mediator utama dalam respons imun dan inflamasi yang berkaitan dengan progresivitas serta komplikasi Diabetes Melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar Interleukin-6 (IL-6) pada penderita Diabetes Melitus di wilayah kerja Puskesmas Tuminting Kota Manado. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan melibatkan 25 responden penderita Diabetes Melitus. Pemeriksaan kadar IL-6 dilakukan menggunakan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) pada sampel serum darah. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) memiliki kadar IL-6 meningkat (>7 pg/mL). Sebagian besar responden berada pada kelompok usia 46–51 tahun dan didominasi oleh perempuan. Kondisi ini menunjukkan adanya proses inflamasi kronis yang terjadi pada seluruh responden penderita Diabetes Melitus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh penderita Diabetes Melitus mengalami peningkatan kadar Interleukin-6 (IL-6) yang mengindikasikan adanya inflamasi sistemik. IL-6 dapat digunakan sebagai salah satu indikator inflamasi pada penderita Diabetes Melitus. Disarankan kepada penderita untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan, menjaga pola hidup sehat, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin guna mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut.