Infeksi kecacingan masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, terutama pada kelompok anak yang rentan terhadap penyakit ini. Penyakit ini disebabkan oleh cacing parasit dari kelompok Soil Transmitted Helminths (STHs) seperti Ascaris lumbricoides, Tricuris Triciura dan Hookworms, yang berkembang di tanah lembab dan hangat. Faktor risiko utama yang berkontribusi terhadap penularan adalah perilaku hidup tidak bersih seperti tidak mencuci tangan sebelum makan, tidak rutin mandi, ...
Infeksi kecacingan masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, terutama pada kelompok anak yang rentan terhadap penyakit ini. Penyakit ini disebabkan oleh cacing parasit dari kelompok Soil Transmitted Helminths (STHs) seperti Ascaris lumbricoides, Tricuris Triciura dan Hookworms, yang berkembang di tanah lembab dan hangat. Faktor risiko utama yang berkontribusi terhadap penularan adalah perilaku hidup tidak bersih seperti tidak mencuci tangan sebelum makan, tidak rutin mandi, kebiasaan makan makanan yang jatuh, bermain di tanah tanpa alas kaki, dan tidak rutin mengonsumsi obat cacing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya infeksi STHs pada anak di SD Inpres Maliambao, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara. Jenis penelitian ini deskriptif. Jumlah populasi sebanyak 54 siswa SD Inpres Maliambao dengan teknik pengambilan Purposive Sampling yang memenuhi Kriteria Inklusi. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan feses dan kuesioner perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Sampel diperiksa menggunakan metode natif dan sedimentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 54 sampel, terdapat 2 sampel positif STHs (Ascaris Lumbricoides dan Hookworms) menggunakan metode sedimentasi (6%), sedangkan metode natif tidak mendeteksi infeksi. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu terdapat infeksi kecacingan pada anak SD Inpres Maliambao Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara sebesar 6% dengan golongan spesies Ascaris lumbricoides dan Hookworms.