Infeksi Soil Transmitted Helminths (STHs) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama pada anak usia sekolah dasar. Hal ini dipengaruhi oleh sanitasi lingkungan yang buruk serta kebiasaan hidup yang kurang higienis, sehingga dapat berdampak pada gangguan kesehatan dan pertumbuhan anak. Menurut data WHO tahun 2022, sekitar 1,5 miliar orang atau 24% populasi dunia terinfeksi cacing yang ditularkan melalui tanah, dan lebih dari 568 juta anak usia sekolah tinggal di ...
Infeksi Soil Transmitted Helminths (STHs) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama pada anak usia sekolah dasar. Hal ini dipengaruhi oleh sanitasi lingkungan yang buruk serta kebiasaan hidup yang kurang higienis, sehingga dapat berdampak pada gangguan kesehatan dan pertumbuhan anak. Menurut data WHO tahun 2022, sekitar 1,5 miliar orang atau 24% populasi dunia terinfeksi cacing yang ditularkan melalui tanah, dan lebih dari 568 juta anak usia sekolah tinggal di daerah endemis. Di Indonesia, angka prevalensi kecacingan pada anak usia sekolah dasar berkisar antara 30%–90%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya infeksi STHs pada anak Sekolah Dasar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan variabel penelitian berupa keberadaan telur Soil Transmitted Helminths (STHs) pada anak sekolah dasar. Penentuan sampel menggunakan teknik total sampling, yaitu seluruh siswa SD UPT Sangkilang yang memenuhi kriteria inklusi dijadikan calon sampel penelitian. Dari 30 siswa, sebanyak 25 siswa mengembalikan sampel feses yang memenuhi syarat sehingga digunakan sebagai sampel penelitian. Data hasil pemeriksaan dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel serta narasi. Hasil penelitian menunjukkan dari 25 sampel yang diperiksa menggunakan metode Natif dan Flotasi seluruhnya menunjukkan hasil negatif, artinya tidak ditemukan adanya telur cacing STHs. Hasil kuesioner PHBS menunjukkan sebagian besar siswa telah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat yang baik, sehingga diduga berkontribusi terhadap tidak ditemukannya infeksi STHs pada penelitian ini. Kesimpulan pada penelitian ini adalah tidak terdapat infeksi cacing golongan nematoda usus (Soil Transmitted Helminths) pada 25 siswa SD UPT Sangkilang di Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara. Disarankan agar pihak sekolah berkoordinasi dengan puskesmas setempat untuk meningkatkan penyuluhan kecacingan dan program pemberian obat cacing secara berkala.