Diabetes melitus pada remaja merupakan salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian, terutama akibat perubahan pola makan, tingginya konsumsi pangan dan minuman manis, serta kurangnya aktivitas fisik. Salah satu upaya pencegahan dapat dilakukan dengan memilih makanan selingan yang lebih sehat dan memanfaatkan bahan pangan lokal. Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) mengandung antosianin, serat, dan senyawa antioksidan yang berpotensi membantu menjaga kadar glukosa darah. Penelitian ...
Diabetes melitus pada remaja merupakan salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian, terutama akibat perubahan pola makan, tingginya konsumsi pangan dan minuman manis, serta kurangnya aktivitas fisik. Salah satu upaya pencegahan dapat dilakukan dengan memilih makanan selingan yang lebih sehat dan memanfaatkan bahan pangan lokal. Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) mengandung antosianin, serat, dan senyawa antioksidan yang berpotensi membantu menjaga kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima puding ubi jalar ungu sebagai alternatif makanan selingan bagi remaja yang berisiko mengalami diabetes melitus.\r\n Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan uji organoleptik. Puding ubi jalar ungu dibuat dalam tiga formulasi, yaitu F1 (30%), F2 (45%), dan F3 (60%). Penilaian dilakukan oleh 30 panelis menggunakan uji hedonik dengan skala 1–5 yang mencakup parameter warna, aroma, rasa, dan tekstur. Data hasil penilaian dianalisis secara deskriptif berdasarkan distribusi frekuensi, persentase, dan nilai rata-rata. Kandungan zat gizi ditentukan berdasarkan komposisi bahan yang digunakan pada masing-masing formulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi F3 memperoleh nilai rata-rata keseluruhan tertinggi sebesar 2,72, kemudian F2 sebesar 2,62 dan F1 sebesar 2,37. Pada parameter warna dan rasa, F2 memiliki tingkat daya terima yang lebih tinggi, sedangkan parameter aroma dan tekstur lebih disukai pada F3. Kandungan zat gizi tertinggi terdapat pada F3, yaitu energi sebesar 14,24 kkal, protein 0,39 g, lemak 0,02 g, karbohidrat 3,22 g, dan serat 0,16 g. Berdasarkan hasil tersebut, F3 merupakan formulasi dengan rata-rata daya terima tertinggi dan dapat dipertimbangkan untuk dikembangkan sebagai makanan selingan berbahan pangan lokal dalam mendukung upaya pencegahan dini diabetes melitus pada remaja.