Hubungan Masa Kerja Dan Lama Kerja Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (Msds) Pada Petani Sayur Di Kecamatan Modoi Nding Kabupaten Minahasa Selatan
Musculoskeletal disorders (MSDs) merupakan masalah kesehatan kerja yang signifikan pada petani sayur. Aktivitas pertanian yang melibatkan postur tubuh tidak ergonomis, beban kerja berulang, dan durasi kerja panjang meningkatkan risiko keluhan musculoskeletal. Masa kerja yang lebih lama berkaitan dengan paparan kumulatif terhadap faktor risiko ergonomis. Lama kerja per hari yang melebihi standar juga meningkatkan kelelahan fisik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara masa kerja da...
Musculoskeletal disorders (MSDs) merupakan masalah kesehatan kerja yang signifikan pada petani sayur. Aktivitas pertanian yang melibatkan postur tubuh tidak ergonomis, beban kerja berulang, dan durasi kerja panjang meningkatkan risiko keluhan musculoskeletal. Masa kerja yang lebih lama berkaitan dengan paparan kumulatif terhadap faktor risiko ergonomis. Lama kerja per hari yang melebihi standar juga meningkatkan kelelahan fisik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara masa kerja dan lama kerja dengan keluhan musculoskeletal pada petani sayur di Kecamatan Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan.\r\n Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 1.334 petani sayur di lima desa Kecamatan Modoinding, yaitu Pinasungkalan, Pinasungkalan Utara, Linelean, Makaroyen, dan Palelon. Sampel diambil sebanyak 310 petani sayur menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung menggunakan kuesioner Nordic Body Map, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dengan software SPSS.\r\n Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki masa kerja lebih dari 5 tahun (75,5%) dan 34,5% bekerja lebih dari 7 jam per hari. Sebagian besar petani mengalami keluhan musculoskeletal kategori rendah (88,4%), diikuti kategori tinggi (6,8%) dan kategori sedang (4,8%). Bagian tubuh yang paling banyak dikeluhkan adalah punggung (69,7%) dan bahu (8,7%). Uji chi-square menunjukkan hubungan signifikan antara masa kerja dengan keluhan musculoskeletal (p=0,036) dan antara lama kerja dengan keluhan musculoskeletal (p=0,004). Penelitian ini membuktikan hubungan yang bermakna antara masa kerja dan lama kerja dengan keluhan musculoskeletal pada petani sayur. Perhatian terhadap postur kerja, pengaturan beban kerja, dan durasi kerja diperlukan untuk mengurangi risiko gangguan musculoskeletal pada petani sayur.