Nelayan pajeko merupakan pekerja sektor perikanan yang sehari-hari\r\nmelakukan aktivitas penangkapan ikan di laut menggunakan perahu pajeko dan\r\nalat tangkap sederhana. Aktivitas kerja yang dilakukan secara berulang seperti\r\nmenarik jaring, mengangkat hasil tangkapan, dan mengatur tali dalam posisi kerja\r\nyang cenderung membungkuk, berdiri dalam waktu lama, serta bekerja di atas\r\nperahu dengan ruang gerak terbatas dan permukaan yang tidak stabil, berpotensi\r\nmenimbulkan risiko ergonom...
Nelayan pajeko merupakan pekerja sektor perikanan yang sehari-hari\r\nmelakukan aktivitas penangkapan ikan di laut menggunakan perahu pajeko dan\r\nalat tangkap sederhana. Aktivitas kerja yang dilakukan secara berulang seperti\r\nmenarik jaring, mengangkat hasil tangkapan, dan mengatur tali dalam posisi kerja\r\nyang cenderung membungkuk, berdiri dalam waktu lama, serta bekerja di atas\r\nperahu dengan ruang gerak terbatas dan permukaan yang tidak stabil, berpotensi\r\nmenimbulkan risiko ergonomi dan keluhan musculoskeletal pada tubuh. Penelitian\r\nini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara risiko ergonomi dengan keluhan\r\nmusculoskeletal pada nelayan pajeko di Desa Buhias, Kecamatan Siau Timur\r\nSelatan, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.\r\nPenelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross\r\nsectional. Jumlah sampel sebanyak 89 nelayan pajeko yang dipilih menggunakan\r\nteknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Nordic Body\r\nMap untuk mengukur keluhan musculoskeletal dan instrumen penilaian risiko\r\nergonomi, kemudian dianalisis menggunakan uji Fisher\'s Exact Test karena\r\nterdapat sel dengan nilai expected count kurang dari 5 yang tidak memenuhi\r\nsyarat uji Chi-Square.\r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami\r\nkeluhan musculoskeletal kategori rendah (96,6%) dan memiliki risiko ergonomi\r\nkategori sedang (98,9%). Hasil uji Fisher\'s Exact Test menunjukkan tidak adanya\r\nhubungan yang signifikan antara risiko ergonomi dan keluhan musculoskeletal\r\ndengan nilai p = 1,000 (p > 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak\r\nterdapat hubungan yang bermakna antara risiko ergonomi dan keluhan\r\nmusculoskeletal pada nelayan pajeko di Desa Buhias. Diperlukan perhatian lebih\r\nterhadap faktor-faktor lain seperti usia, masa kerja, dan beban kerja fisik untuk\r\nmemperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai risiko gangguan\r\nmusculoskeletal pada nelayan pajeko.