ABSTRAK \\r\\n Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah akibat gangguan sekresi insulin maupun resistensi insulin. Pengendalian kadar gula darah dapat dilakukan melalui pengaturan pola makan dan aktivitas fisik yang teratur. Namun, masih banyak penderita yang memiliki kadar gula darah tidak terkontrol akibat pola hidup yang kurang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dan aktivitas fisik deng...
ABSTRAK \\r\\n Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah akibat gangguan sekresi insulin maupun resistensi insulin. Pengendalian kadar gula darah dapat dilakukan melalui pengaturan pola makan dan aktivitas fisik yang teratur. Namun, masih banyak penderita yang memiliki kadar gula darah tidak terkontrol akibat pola hidup yang kurang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar gula darah sewaktu pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Kuma Kabupaten Kepulauan Sangihe.\\r\\n Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 48 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data asupan makan diperoleh menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ), aktivitas fisik diukur menggunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), sedangkan kadar gula darah sewaktu diperiksa menggunakan glukometer. Analisis data dilakukan menggunakan uji Korelasi Pearson dengan tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05).\\r\\n Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 51–65 tahun (95,8%), berjenis kelamin perempuan (70,8%), memiliki kadar gula darah sewaktu kategori diabetes (>200 mg/dL) sebanyak 62,5%, asupan makan kategori cukup sebanyak 45,8%, dan aktivitas fisik kategori sedang sebanyak 60,4%. Hasil uji Korelasi Pearson menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kadar gula darah sewaktu (r = -0,310; p = 0,032), sedangkan aktivitas fisik tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kadar gula darah sewaktu (r = -0,061; p = 0,680). Disimpulkan bahwa pola makan berhubungan dengan kadar gula darah sewaktu pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2, sedangkan aktivitas fisik tidak berhubungan secara signifikan.