Diabetes Melitus merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat kronis yang mengalami peningkatan prevalensi secara global maupun nasional, di mana faktor risiko seperti pola hidup sedentari, obesitas, dan kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak serta rendah serat kini mulai mengancam usia remaja, oleh karena itu edukasi menjadi langkah promotif dan preventif yang strategis dalam pencegahan sejak dini. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa tentang Diabe...
Diabetes Melitus merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat kronis yang mengalami peningkatan prevalensi secara global maupun nasional, di mana faktor risiko seperti pola hidup sedentari, obesitas, dan kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak serta rendah serat kini mulai mengancam usia remaja, oleh karena itu edukasi menjadi langkah promotif dan preventif yang strategis dalam pencegahan sejak dini. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa tentang Diabetes Melitus sebelum dan sesudah diberikan edukasi di SMK Negeri 2 Manado. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental menggunakan rancangan one group pretest–posttest design dengan jumlah responden sebanyak 25 siswa-siswi kelas 10 dan 11 yang diambil menggunakan teknik Stratified Random Sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup yang terdiri dari 15 soal pilihan ganda, meliputi aspek pengetahuan umum, faktor risiko dan dampak, serta soal tambahan terkait penyakit. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan persentase secara deskriptif. Hasil sebelum edukasi mayoritas responden berada pada kategori pengetahuan baik (72,0%), dengan (16,0%) dalam kategori cukup dan (12,0%) dalam kategori rendah. Setelah diberikan edukasi melalui media sosial TikTok terjadi peningkatan signifikan di mana (88,0%) responden berada dalam kategori pengetahuan baik, (12,0%) berada dalam kategori cukup, serta kategori rendah turun menjadi 0%.