Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang sering disertai gangguan profil lipid, termasuk perubahan kadar High Density Lipoprotein (HDL), yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Risiko tersebut dapat semakin meningkat pada penderita Diabetes Melitus yang juga mengalami hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar HDL pada penderita Diabetes Melitus dengan dan tanpa hipertensi di RS Bhayangkara TK. III Manado. Penelitian ini merupakan peneli...
Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang sering disertai gangguan profil lipid, termasuk perubahan kadar High Density Lipoprotein (HDL), yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Risiko tersebut dapat semakin meningkat pada penderita Diabetes Melitus yang juga mengalami hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar HDL pada penderita Diabetes Melitus dengan dan tanpa hipertensi di RS Bhayangkara TK. III Manado. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang terdiri dari 30 penderita Diabetes Melitus dengan Hipertensi dan 30 penderita Diabetes Melitus tanpa Hipertensi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan quota sampling. Pemeriksaan kadar HDL dilakukan dengan metode presipitasi. Data diolah menggunakan SPSS dan dianalisis secara deskriptif dengan distribusi frekuensi dan persentase untuk menggambarkan karakteristik responden, karakteristik klinis, serta kategori kadar HDL pada penderita Diabetes Melitus dengan dan tanpa hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden pada kedua kelompok memiliki kadar HDL dalam kategori Sedang. Pada kelompok Diabetes Melitus dengan hipertensi, kategori Sedang ditemukan pada 18 responden (60,0%), diikuti kategori Buruk sebanyak 10 responden (33,3%) dan kategori Baik sebanyak 2 responden (6,7%). Pada kelompok Diabetes Melitus tanpa hipertensi, kategori Sedang ditemukan pada 17 responden (56,7%), diikuti kategori Baik sebanyak 7 responden (23,3%) dan kategori Buruk sebanyak 6 responden (20,0%).