Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang sering disertai gangguan metabolisme lipid sehingga dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol total. Penderita diabetes melitus dengan maupun tanpa hipertensi berisiko mengalami perubahan kadar kolesterol total yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar kolesterol total pada penderita diabetes melitus dengan dan tanpa hipertensi di Puskesmas Tuminting Kota Manado. Penel...
Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang sering disertai gangguan metabolisme lipid sehingga dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol total. Penderita diabetes melitus dengan maupun tanpa hipertensi berisiko mengalami perubahan kadar kolesterol total yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar kolesterol total pada penderita diabetes melitus dengan dan tanpa hipertensi di Puskesmas Tuminting Kota Manado. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 68 responden yang terdiri dari 34 penderita diabetes melitus tanpa hipertensi dan 34 penderita diabetes melitus dengan hipertensi. Pemeriksaan kadar kolesterol total dilakukan menggunakan metode enzimatik kolorimetri CHOD-PAP menggunakan alat biosystem Fotometer BTS Semi Automatic. Data yang didapat, diperoleh dari hasil uji laboratorium di analisis secara deskriptif, hasil pemeriksaan kolesterol total akan di catat dan dilakukan pengkodean kemudian dibuat dalam bentuk tabel, di narasikan dan di buat kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok diabetes melitus tanpa hipertensi, kadar kolesterol total terbanyak berada pada kategori borderline (200–239 mg/dL) yaitu sebanyak 13 responden (38,23%), diikuti kategori normal sebanyak 11 responden (32,35%) dan kategori tinggi sebanyak 10 responden (29,41%). Pada kelompok diabetes melitus dengan hipertensi, kadar kolesterol total terbanyak berada pada kategori tinggi (≥240 mg/dL) yaitu sebanyak 24 responden (70,59%), diikuti kategori borderline sebanyak 8 responden (23,53%) dan kategori normal sebanyak 2 responden (5,88%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penderita diabetes melitus tanpa hipertensi memiliki kadar kolesterol total kategori borderline, sedangkan penderita diabetes melitus dengan hipertensi memiliki kadar kolesterol total kategori tinggi.