Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai oleh hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Kondisi ini sering disertai komplikasi kardiovaskular seperti hipertensi yang dapat memperberat proses inflamasi dalam tubuh. Salah satu indikator inflamasi adalah Interleukin-6, yaitu sitokin proinflamasi yang berperan dalam regulasi imun, metabolisme, serta respons inflamasi sistemik. Peningkatan Interleukin-6 menandakan adanya inflamasi kronis yang berkaitan dengan...
Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai oleh hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Kondisi ini sering disertai komplikasi kardiovaskular seperti hipertensi yang dapat memperberat proses inflamasi dalam tubuh. Salah satu indikator inflamasi adalah Interleukin-6, yaitu sitokin proinflamasi yang berperan dalam regulasi imun, metabolisme, serta respons inflamasi sistemik. Peningkatan Interleukin-6 menandakan adanya inflamasi kronis yang berkaitan dengan resistensi insulin dan kerusakan kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar Interleukin-6 pada penderita DM dengan dan tanpa hipertensi di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kotamobagu. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 25 responden yang terdiri dari pasien DM dengan hipertensi dan DM tanpa hipertensi, dipilih menggunakan teknik quota sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan pemeriksaan laboratorium terhadap serum darah. Kadar Interleukin-6 diperiksa menggunakan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi, tabel, dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 25 responden, 13 orang (52%) merupakan penderita DM tanpa hipertensi dan 12 orang (48%) penderita DM dengan hipertensi. Seluruh responden (100%) memiliki kadar Interleukin-6 (>7 pg/mL) yang termasuk kategori meningkat, dan tidak ditemukan kadar normal (5–7 pg/mL). Kelompok DM dengan hipertensi menunjukkan kecenderungan kadar Interleukin-6 lebih tinggi dibandingkan kelompok DM tanpa hipertensi. Kesimpulan penelitian ini adalah seluruh penderita DM mengalami peningkatan Interleukin-6 yang menunjukkan adanya inflamasi kronis, dengan kecenderungan lebih tinggi pada penderita DM dengan hipertensi.