Media alternatif pertumbuhan jamur merupakan media pengganti yang dibuat dengan memanfaatkan bahan yang lebih mudah diperoleh, memiliki kandungan nutrisi serupa, serta biaya yang lebih terjangkau dibandingkan media standar. Pisang goroho, tanaman endemik Sulawesi Utara, memiliki potensi sebagai bahan dasar media alternatif karena kandungan nutrisinya yang mendukung pertumbuhan mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan media alternatif berbahan tepung pisang goroho dal...
Media alternatif pertumbuhan jamur merupakan media pengganti yang dibuat dengan memanfaatkan bahan yang lebih mudah diperoleh, memiliki kandungan nutrisi serupa, serta biaya yang lebih terjangkau dibandingkan media standar. Pisang goroho, tanaman endemik Sulawesi Utara, memiliki potensi sebagai bahan dasar media alternatif karena kandungan nutrisinya yang mendukung pertumbuhan mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan media alternatif berbahan tepung pisang goroho dalam mendukung pertumbuhan dan identifikasi jamur dari spesimen kuku yang terinfeksi.\r\nPenelitian ini merupakan penelitian quasi experimental dengan desain Nonequivalent Control Group, yang membandingkan media alternatif Pisang Goroho Agar (PGA) dengan media standar Potato Dextrose Agar (PDA). Pisang goroho yang berasal dari Desa Kaima, Kecamatan Kauditan, Sulawesi Utara, diolah menjadi tepung melalui proses pengeringan menggunakan oven. Tepung pisang kemudian diformulasikan dengan dextrose, agar, dan akuades dalam lima konsentrasi, yaitu 0,1%, 0,2%, 0,3%, 0,4%, dan 0,5%. Pertumbuhan jamur diamati dan hasilnya disajikan secara deskriptif.\r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa pada spesimen kuku terinfeksi, jumlah koloni yang tumbuh umumnya satu hingga dua koloni dengan waktu pertumbuhan kurang dari 3 × 24 jam pada media PGA. Pertumbuhan koloni pada seluruh konsentrasi PGA berlangsung stabil dan menghasilkan ukuran koloni yang relatif lebih besar dibandingkan media PDA. Secara makroskopik, perbedaan utama antara PGA dan PDA terlihat pada warna permukaan serta warna balik koloni. Namun, secara mikroskopik tidak ditemukan perbedaan mendasar antara media PGA dan PDA. Konsentrasi PGA 0,5% menunjukkan karakteristik yang paling mendekati media kontrol PDA. Dengan demikian, tepung pisang goroho berpotensi digunakan sebagai media alternatif untuk pertumbuhan dan identifikasi jamur.