Petani sayur merupakan pekerja sektor pertanian yang melakukan aktivitas fisik secara berulang dengan postur kerja yang berpotensi menimbulkan keluhan Musculoskeletal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan umur dan aktivitas kerja dengan keluhan Musculoskeletal pada petani sayur di Kecamatan Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan.\r\nPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 310 petani sayur yang dipilih menggunakan tek...
Petani sayur merupakan pekerja sektor pertanian yang melakukan aktivitas fisik secara berulang dengan postur kerja yang berpotensi menimbulkan keluhan Musculoskeletal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan umur dan aktivitas kerja dengan keluhan Musculoskeletal pada petani sayur di Kecamatan Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan.\r\nPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 310 petani sayur yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner karakteristik responden dan Nordic Body Map (NBM), kemudian dianalisis secara univariat serta menggunakan uji Chi-Square dan One-Way ANOVA.\r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori umur produktif (93,2%) dan mengalami keluhan Musculoskeletal kategori rendah (88,4%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara umur dengan keluhan Musculoskeletal (p = 0,874). Sementara itu, hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan skor keluhan Musculoskeletal yang signifikan berdasarkan aktivitas kerja (F = 50,358; p < 0,001), dengan skor rata-rata tertinggi pada aktivitas penyemprotan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa umur tidak berhubungan secara signifikan dengan keluhan Musculoskeletal, sedangkan aktivitas kerja menunjukkan perbedaan skor keluhan Musculoskeletal yang signifikan pada petani sayur di Kecamatan Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan.