Hubungan Kadar Gula Darah Sewaktu Dengan Penyakit Periodontal Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II Di Puskesmas Mubune Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara
Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat setiap tahun. Penyakit ini terjadi akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya yang menyebabkan peningkatan kadar gula darah. Kadar gula darah yang tidak terkontrol dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan berbagai komplikasi, termasuk penyakit periodontal. Penyakit periodontal merupakan penyakit pada jaringan pendukung gigi yang ditandai dengan peradangan dan kerusakan jaringan, ya...
Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat setiap tahun. Penyakit ini terjadi akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya yang menyebabkan peningkatan kadar gula darah. Kadar gula darah yang tidak terkontrol dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan berbagai komplikasi, termasuk penyakit periodontal. Penyakit periodontal merupakan penyakit pada jaringan pendukung gigi yang ditandai dengan peradangan dan kerusakan jaringan, yang dapat menyebabkan kehilangan gigi apabila tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe II dengan kejadian penyakit periodontal di wilayah kerja Puskesmas Mubune Kecamatan Likupang Barat. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Waktu penelitian pada bulan Juni 2026 yang berlokasi pada Puskesmas Mubune sampel penelitian berjumlah 30 responden penderita diabetes melitus tipe II, data kadar gula darah sewaktu diperoleh dari hasil pemeriksaan gula darah sewaktu, sedangkan kondisi periodontal dinilai menggunakan indeks Community Periodontal Index of Treatment Needs (CPITN). Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,491** dengan nilai signifikansi (p) sebesar 0,006 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan positif dengan kekuatan korelasi sedang antara kadar gula darah sewaktu dan status periodontal. Semakin tinggi atau tidak terkontrol kadar gula darah, maka semakin berat pula kondisi penyakit periodontal sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan antara kadar gula darah dengan kejadian penyakit periodontal pada penderita diabetes melitus tipe II.