Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang mengalami peningkatan prevalensi dan mulai menyerang usia remaja. Perkembangan gaya hidup tidak sehat menjadikan pengetahuan gizi sebagai langkah penting dalam pencegahan sejak dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan gizi tentang Diabetes Melitus terdapat 42,5 % responden yang termasuk kategori gizi lebih dan obesitas yang berpotensi menjadi faktor risiko Diabetes Melitus.\r\n Penelitian in...
Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang mengalami peningkatan prevalensi dan mulai menyerang usia remaja. Perkembangan gaya hidup tidak sehat menjadikan pengetahuan gizi sebagai langkah penting dalam pencegahan sejak dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan gizi tentang Diabetes Melitus terdapat 42,5 % responden yang termasuk kategori gizi lebih dan obesitas yang berpotensi menjadi faktor risiko Diabetes Melitus.\r\n Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross-sectional melibatkan 40 responden siswa kelas 11. Instrumen penelitian berupa kuesioner pilihan ganda tertutup sebanyak 20 butir soal yang mengukur aspek pengetahuan sesuai definisi operasional. Risiko diukur langsung melalui antropometri Berat Badan (BB) dan Tinggi Badan (TB) menggunakan indikator IMT menurut Umur (IMT/U) standar Kemenkes RI 2020. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. \r\n Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berada pada kategori pengetahuan baik yaitu sebanyak 21 siswa (52,5%), kategori pengetahuan cukup sebanyak 16 siswa (40,0%), dan kategori pengetahuan rendah sebanyak 3 siswa (7,5%). Berdasarkan pengukuran antropometri, mayoritas responden memiliki status gizi baik yaitu sebanyak 21 siswa (52,5%). Namun, terdapat masalah risiko gizi lebih yang nyata di mana sebanyak 11 responden (27,5%) berada dalam kategori gizi lebih dan 6 responden (15,0%) sudah mengalami obesitas.