Penyalahgunaan narkoba pada remaja masih menjadi masalah kesehatan \r\nmasyarakat yang memerlukan perhatian serius. Menurut United Nations Office on \r\nDrugs and Crime (UNODC) tahun 2024, jumlah pengguna narkoba di dunia \r\nmencapai sekitar 292 juta orang pada tahun 2022. Di Indonesia, prevalensi \r\npenyalahgunaan narkotika pada tahun 2025 mencapai 2,11% atau sekitar 4,1 juta \r\npenduduk. Kondisi ini menunjukkan pentingnya upaya deteksi dini \r\npenyalahgunaan narkoba, termasuk melalui skrin...
Penyalahgunaan narkoba pada remaja masih menjadi masalah kesehatan \r\nmasyarakat yang memerlukan perhatian serius. Menurut United Nations Office on \r\nDrugs and Crime (UNODC) tahun 2024, jumlah pengguna narkoba di dunia \r\nmencapai sekitar 292 juta orang pada tahun 2022. Di Indonesia, prevalensi \r\npenyalahgunaan narkotika pada tahun 2025 mencapai 2,11% atau sekitar 4,1 juta \r\npenduduk. Kondisi ini menunjukkan pentingnya upaya deteksi dini \r\npenyalahgunaan narkoba, termasuk melalui skrining di lingkungan sekolah. \r\nPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemeriksaan narkoba pada \r\nsiswa kelas XI-1 SMA Negeri 4 Manado.\r\nPenelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan crosssectional. Sampel penelitian berjumlah 30 siswa yang dipilih menggunakan teknik \r\ntotal sampling. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode imunokromatografi \r\n(rapid test) pada sampel urin dengan tujuh parameter, yaitu amphetamine (AMP), \r\nmethamphetamine (MET), tetrahydrocannabinol (THC), morphine (MOP), \r\nbenzodiazepine (BZO), cocaine (COC), dan synthetic cannabinoid (K2). Data \r\ndianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan \r\npersentase.\r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) memberikan \r\nhasil negatif pada seluruh parameter yang diperiksa, yaitu AMP, MET, THC, MOP, \r\nBZO, COC, dan K2. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak ditemukan indikasi \r\npenyalahgunaan narkoba pada siswa kelas XI-1 SMA Negeri 4 Manado pada saat \r\npemeriksaan dilakukan. Dengan demikian, seluruh responden yang diperiksa \r\ndinyatakan negatif terhadap tujuh parameter narkoba yang diuji. Edukasi dan upaya \r\npencegahan penyalahgunaan narkoba perlu terus dilakukan secara berkelanjutan \r\nuntuk mempertahankan lingkungan sekolah yang sehat dan bebas narkoba.