Frekuensi menyusu merupakan salah satu faktor yang memengaruhi produksi Asi. Frekuensi menyusu yang kurang dapat menyebabkan produksi Asi tidak optimal sehingga berisiko menghambat pertumbuhan dan perkembangan bayi. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan frekuensi menyusu adalah pijat bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas pijat bayi terhadap peningkatan frekuensi menyusu pada bayi usia 1–6 bulan di Puskesmas Kombos Kecamatan Singkil Kota Ma...
Frekuensi menyusu merupakan salah satu faktor yang memengaruhi produksi Asi. Frekuensi menyusu yang kurang dapat menyebabkan produksi Asi tidak optimal sehingga berisiko menghambat pertumbuhan dan perkembangan bayi. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan frekuensi menyusu adalah pijat bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas pijat bayi terhadap peningkatan frekuensi menyusu pada bayi usia 1–6 bulan di Puskesmas Kombos Kecamatan Singkil Kota Manado. \r\nPenelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Pre-Experimental One Group Pretest-Posttest. Populasi penelitian berjumlah 100 bayi usia 1–6 bulan dan sampel sebanyak 50 bayi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa pijat bayi dilakukan 3 kali dengan durasi 10–15 menit, frekuensi menyusu diukur sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. \r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan pijat bayi sebagian besar responden memiliki frekuensi menyusu kategori kurang sebanyak 38 bayi (76,0%) dan kategori cukup sebanyak 12 bayi (24,0%). Setelah dilakukan pijat bayi, frekuensi menyusu meningkat menjadi kategori cukup sebanyak 36 bayi (72,0%) dan kategori sering sebanyak 14 bayi (28,0%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed)