Diabetes Melitus (DM) adalah kondisi metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia kronis, yang berpotensi memicu kerentanan terhadap inflamasi dan infeksi. Perubahan respons imun akibat penyakit ini dapat diamati melalui parameter hematologi hitung jenis leukosit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hitung jenis leukosit pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Ranomuut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Ranomuut, Kota Manado ...
Diabetes Melitus (DM) adalah kondisi metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia kronis, yang berpotensi memicu kerentanan terhadap inflamasi dan infeksi. Perubahan respons imun akibat penyakit ini dapat diamati melalui parameter hematologi hitung jenis leukosit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hitung jenis leukosit pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Ranomuut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Ranomuut, Kota Manado pada bulan Januari hingga Juni 2026. Sampel penelitian berjumlah 37 orang penderita DM yang diambil menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi hasil pemeriksaan darah vena menggunakan alat Hematology Analyzer. Data dianalisis secara univariat (distribusi frekuensi dan persentase) lalu disajikan secara deskriptif dalam bentuk tabel. Hasil penelitian didapatkan mayoritas responden berada pada kelompok umur 51-60 tahun (40,5%) dengan jenis kelamin didominasi oleh perempuan (75,7%). Hasil pemeriksaan hitung jenis leukosit menunjukkan sebagian besar komponen berada dalam batas normal, meliputi neutrofil (67,6%), limfosit (73,0%), monosit (78,3%), dan basofil (100%). Meskipun demikian, ditemukan peningkatan kadar sel (eosinofilia) pada hitung jenis eosinofil sebanyak 15 responden (40,5%), serta peningkatan pada monosit sebanyak 8 responden (21,7%).