Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia kronis akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Hiperglikemia yang berlangsung lama dapat menyebabkan perubahan struktur dan fungsi eritrosit sehingga meningkatkan risiko anemia. Oleh karena itu, pemeriksaan jumlah eritrosit penting dilakukan untuk mendeteksi gangguan hematologis pada penderita diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jumlah eritrosit pada pende...
Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia kronis akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Hiperglikemia yang berlangsung lama dapat menyebabkan perubahan struktur dan fungsi eritrosit sehingga meningkatkan risiko anemia. Oleh karena itu, pemeriksaan jumlah eritrosit penting dilakukan untuk mendeteksi gangguan hematologis pada penderita diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jumlah eritrosit pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Ranomuut Kota Manado. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Ranomuut dengan jumlah sampel sebanyak 37 penderita diabetes melitus yang memenuhi kriteria inklusi dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pemeriksaan jumlah eritrosit dilakukan menggunakan Hematology Analyzer, sedangkan data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel serta narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 27 orang (73,0%) dan kelompok usia terbanyak 56–65 tahun sebanyak 18 orang (48,6%). Berdasarkan jumlah eritrosit, sebanyak 20 responden (54,1%) memiliki jumlah eritrosit normal, sedangkan 17 responden (45,9%) mengalami anemia, dan tidak ditemukan responden dengan polisitemia. Seluruh responden yang mengalami anemia memiliki kadar gula darah tidak terkontrol. Anemia juga lebih banyak ditemukan pada perempuan sebanyak 14 responden (51,9%) serta pada penderita dengan lama menderita DM lebih dari 5 tahun sebanyak 12 responden (63,2%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hampir setengah dari penderita diabetes melitus mengalami anemia, sehingga pemantauan jumlah eritrosit perlu dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya pencegahan komplikasi diabetes melitus.