Diabetes melitus (DM) adalah suatu kelompok penyakit kronik yang disebabkan oleh masalah dalam proses tubuh memecah glukosa, yang juga menyebabkan masalah metabolisme lainnya karena perubahan hormonal. Kadar High Density Lipoprotein (HDL) memainkan peran penting dalam metabolisme lipid karena kemampuannya untuk mengurangi kolesterol dari jantung. Kadar HDL yang rendah dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular pada penderita diabetes melitus dengan dan tanpa hipertensi. Penelitian ini be...
Diabetes melitus (DM) adalah suatu kelompok penyakit kronik yang disebabkan oleh masalah dalam proses tubuh memecah glukosa, yang juga menyebabkan masalah metabolisme lainnya karena perubahan hormonal. Kadar High Density Lipoprotein (HDL) memainkan peran penting dalam metabolisme lipid karena kemampuannya untuk mengurangi kolesterol dari jantung. Kadar HDL yang rendah dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular pada penderita diabetes melitus dengan dan tanpa hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar HDL pada Penderita diabetes melitus dengan dan tanpa hipertensi di Puskesmas Tuminting Kota Manado. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 50 menggunakan teknik quota sampling. Dilakukan skirining gula darah terlebih dahulu kepada responden dengan menggunakan Point Of Care Testing (POCT). Kemudian dilanjutkan pemeriksaan kadar HDL di Laboratorium Jurusan Teknologi Laboratorium Medis dengan menggunakan alat Biosystem BTS-350 metode presipitasi. Data dikumpulkan melalui kuisioner, wawancara, dan dokumentasi, lalu di analisi secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel. Pada pemeriksaaan didapatkan 10 responden (100%) menderita dm dengan hipertensi yang termasuk dalam kategori berisiko kardiovaskular, 18 responden (54,5%) yang menderita DM tanpa hipertensi, 15 responden (45,5) menderita DM dengan hipertensi, yang masuk dalam kategori kurang berisiko kardiovaskular dan 7 responden (100%) menderita DM tanpa hipertensi dengan kategori tidak berisiko kardiovaskular. Melalui hasil penelitian ini, penting untuk dilakukan pemantauan kadar HDL secara berkala sebagai upaya pengendalian faktor risiko komplikasi kardiovaskular pada penderita diabetes melitus.