Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan media pertumbuhan jamur yang efektif dan mudah didapat, khususnya untuk pemeriksaan jamur dari spesimen urine. Media Potato Dextrose Agar (PDA) selama ini banyak digunakan sebagai media standar, tetapi pemanfaatan bahan alternatif lokal seperti tepung pisang goroho berpotensi menjadi pilihan yang lebih sederhana dan ekonomis karena mengandung karbohidrat serta mineral yang dapat mendukung pertumbuhan jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetah...
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan media pertumbuhan jamur yang efektif dan mudah didapat, khususnya untuk pemeriksaan jamur dari spesimen urine. Media Potato Dextrose Agar (PDA) selama ini banyak digunakan sebagai media standar, tetapi pemanfaatan bahan alternatif lokal seperti tepung pisang goroho berpotensi menjadi pilihan yang lebih sederhana dan ekonomis karena mengandung karbohidrat serta mineral yang dapat mendukung pertumbuhan jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan media tepung pisang goroho (Musa acuminafe) sebagai media alternatif dalam mendukung pertumbuhan dan identifikasi morfologi jamur dari spesimen urine. Penelitian ini merupakan quasi eksperimental dengan desain Nonequivalent Control Group. Media tepung pisang goroho dibuat dalam beberapa konsentrasi, yaitu 0,1%, 0,2%, 0,3%, 0,4%, dan 0,5%, kemudian dibandingkan dengan media PDA sebagai kontrol. Spesimen urine diinokulasikan pada masing-masing media lalu diinkubasi pada suhu 37°C. Pengamatan dilakukan terhadap waktu tumbuh koloni, jumlah koloni (CFU/mL), diameter koloni, serta morfologi jamur secara makroskopis dan mikroskopis, kemudian data dianalisis secara deskriptif dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jamur mulai tumbuh dalam 24 jam pertama pada media PDA maupun PGA. Rata-rata jumlah koloni pada media PGA lebih tinggi dibandingkan PDA pada seluruh konsentrasi, dengan rata-rata tertinggi pada konsentrasi 0,1% (2.588 CFU/mL) dan terendah pada konsentrasi 0,5% (1.918 CFU/mL). Seluruh konsentrasi PGA mampu mendukung pertumbuhan jamur dengan hasil terbaik pada konsentrasi 0,5%. Secara makroskopis koloni berwarna putih hingga krem dengan tekstur halus, sedangkan secara mikroskopis ditemukan blastokonidia, pseudohifa, dan budding yang mengarah pada jamur khamir genus Candida.