Diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat. Salah satu upaya pencegahannya adalah melalui konsumsi pangan yang mengandung serat dan senyawa bioaktif. Wortel mengandung β-karoten dan serat, sedangkan apel mengandung pektin dan polifenol yang berpotensi membantu menjaga kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi jus wortel dan apel, menilai karakteristik organoleptik, serta mene...
Diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat. Salah satu upaya pencegahannya adalah melalui konsumsi pangan yang mengandung serat dan senyawa bioaktif. Wortel mengandung β-karoten dan serat, sedangkan apel mengandung pektin dan polifenol yang berpotensi membantu menjaga kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi jus wortel dan apel, menilai karakteristik organoleptik, serta menentukan formulasi yang paling disukai sebagai minuman alternatif untuk pencegahan diabetes melitus.\r\nPenelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan tiga formulasi jus wortel dan apel, yaitu F1 (70% wortel : 30% apel), F2 (50% wortel : 50% apel), dan F3 (30% wortel : 70% apel). Penilaian dilakukan menggunakan uji hedonik terhadap warna, aroma, rasa, dan tekstur oleh 32 panelis agak terlatih yang merupakan mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Manado.\r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa F1 memperoleh nilai tertinggi pada atribut warna (3,87), F2 memperoleh nilai tertinggi pada aroma (2,84) dan tekstur (3,56), sedangkan F3 memperoleh nilai tertinggi pada rasa (3,18). Berdasarkan nilai rata-rata keseluruhan, formulasi F2 memperoleh tingkat kesukaan tertinggi dengan nilai 3,22, diikuti F1 (3,16) dan F3 (3,09). Hasil tersebut menunjukkan bahwa formulasi F2 (50% wortel : 50% apel) merupakan formulasi yang paling disukai panelis dan berpotensi dikembangkan sebagai minuman alternatif untuk pencegahan diabetes melitus.