Kelelahan kerja adalah salah satu isu kesehatan kerja yang sering dialami oleh pekerja di sektor informal disebabkan oleh tingginya tuntutan aktivitas fisik. pekerja Cap Tikus di Desa Talaitad Kecamatan Suluun Tareran Kabupaten Minahasa Selatan melaksanakan tugas secara manual, seperti mengangkat nira aren, memanjat pohon aren, dan melakukan penyulingan yang dapat menyebabkan kelelahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara beban fisik dan durasi kerja terhadap tingkat ke...
Kelelahan kerja adalah salah satu isu kesehatan kerja yang sering dialami oleh pekerja di sektor informal disebabkan oleh tingginya tuntutan aktivitas fisik. pekerja Cap Tikus di Desa Talaitad Kecamatan Suluun Tareran Kabupaten Minahasa Selatan melaksanakan tugas secara manual, seperti mengangkat nira aren, memanjat pohon aren, dan melakukan penyulingan yang dapat menyebabkan kelelahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara beban fisik dan durasi kerja terhadap tingkat kelelahan pada pekerja Cap Tikus. Jenis Penelitian ini adalah studi observasional analitik dengan rancangan yaitu desain penelitian cross sectional study. Jumlah sampel penelitian adalah 58 pekerja melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, selanjutnya dianalisis secara univariat dan bivariat. Analisis hubungan dilakukan melalui uji Fisher’s Exact Test dengan tingkat signifikasi α = 0,05 karena terdapat sel dengan nilai expected count di bawah 5. Hasil studi menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara beban fisik dengan tingkat kelelahan kerja (p = 0,036), sedangkan lama kerja tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan tingkat kelelahan kerja (p = 0,736). Terdapat hubungan yang signifikan antara jeda aktivitas fisik dengan tingkat kelelahan kerja (p = 0,000).. Disarankan agar pekerja menerapkan prinsip ergonomi, seperti menggunakan teknik mengangkat yang benar, menghindari pengangkatan beban yang melebihi kemampuan fisik, dan mengatur waktu istirahat.