Kecoa Amerika (Periplaneta americana) merupakan salah satu vektor mekanik yang berpotensi menularkan berbagai mikroorganisme patogen penyebab penyakit pada manusia. Salah satu upaya pengendalian yang ramah lingkungan adalah penggunaan atraktan alami. Serbuk kopi berpotensi dimanfaatkan sebagai atraktan karena mengandung senyawa volatil yang menghasilkan aroma, seperti furfural, furfuryl alcohol, 2-methylpyrazine, 2,5-dimethylpyrazine, dan guaiacol, yang mampu merangsang reseptor olfaktori kecoa....
Kecoa Amerika (Periplaneta americana) merupakan salah satu vektor mekanik yang berpotensi menularkan berbagai mikroorganisme patogen penyebab penyakit pada manusia. Salah satu upaya pengendalian yang ramah lingkungan adalah penggunaan atraktan alami. Serbuk kopi berpotensi dimanfaatkan sebagai atraktan karena mengandung senyawa volatil yang menghasilkan aroma, seperti furfural, furfuryl alcohol, 2-methylpyrazine, 2,5-dimethylpyrazine, dan guaiacol, yang mampu merangsang reseptor olfaktori kecoa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas serbuk kopi Arabika, Robusta, dan Liberika sebagai atraktan pada kecoa Amerika (Periplaneta americana). Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan desain Posttest-Only Control Group Design. Perlakuan yang digunakan adalah serbuk kopi Arabika, Robusta, dan Liberika masing-masing sebanyak 15 gram, serta kopi instan sebagai kontrol positif. Setiap perlakuan dilakukan sebanyak tiga kali pengulangan. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk. Karena data tidak berdistribusi normal, analisis dilanjutkan menggunakan uji Kruskal-Wallis untuk mengetahui perbedaan efektivitas antarperlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh jenis serbuk kopi mampu menarik kecoa Amerika masuk ke dalam perangkap. Secara deskriptif, serbuk kopi Liberika menunjukkan jumlah kecoa Amerika (Periplaneta americana) yang terperangkap paling tinggi pada pengulangan ketiga, yaitu sebesar 75%. Diduga, hal tersebut berkaitan dengan karakteristik aroma kompleks yang dihasilkan oleh senyawa volatil hasil penyangraian kopi. Namun, hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,721 (p>0,05), yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kopi Arabika, Robusta, Liberika, dan kopi instan dalam menarik kecoa Amerika (Periplaneta americana). Dengan demikian, ketiga jenis serbuk kopi memiliki potensi yang relatif sama sebagai atraktan alami terhadap kecoa Amerika.