Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai oleh gangguan pengaturan kadar glukosa darah akibat sekresi insulin yang tidak optimal, resistensi insulin. Salah satu mediator inflamasi yang berperan dalam patogenesis DM adalah Interleukin-1 Beta (IL-1β). Peningkatan IL-1β dapat menyebabkan kerusakan sel beta pankreas, mengganggu produksi insulin, serta memperberat resistensi insulin. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kadar IL-1β pada penderita DM di wilayah ke...
Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai oleh gangguan pengaturan kadar glukosa darah akibat sekresi insulin yang tidak optimal, resistensi insulin. Salah satu mediator inflamasi yang berperan dalam patogenesis DM adalah Interleukin-1 Beta (IL-1β). Peningkatan IL-1β dapat menyebabkan kerusakan sel beta pankreas, mengganggu produksi insulin, serta memperberat resistensi insulin. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kadar IL-1β pada penderita DM di wilayah kerja Puskesmas Gogagoman, Kota Kotamobagu. Penelitian menggunakan metode deskriptif observasional dengan teknik quota sampling terhadap 25 responden. Pemeriksaan kadar IL-1β dilakukan menggunakan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) di Laboratorium Imunoserologi Poltekkes Kemenkes Manado. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 18 orang (72%), kelompok usia terbanyak 50–59 tahun sebanyak 9 orang (36%), lama menderita DM terbanyak 1–5 tahun sebanyak 13 orang (52%), dan 15 responden (60%) rutin mengonsumsi obat diabetes. Hasil pemeriksaan kadar IL-1β menunjukkan seluruh responden sebanyak 25 orang (100%) mengalami peningkatan kadar IL-1β, yaitu >10–20 pg/mL, tanpa responden dengan kadar normal. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa seluruh penderita Diabetes Melitus yang diteliti mengalami peningkatan kadar IL-1β, yang menunjukkan adanya respons inflamasi pada penderita DM. Disarankan agar penderita Diabetes Melitus melakukan pengendalian kadar glukosa darah secara teratur dan menjalani pemeriksaan kesehatan berkala untuk mencegah komplikasi.