Trichomonas vaginalis merupakan parasit protozoa penyebab infeksi pada saluran genitourinaria bagian bawah pada wanita dan pria. Infeksi ini menimbulkan penyakit menular seksual bernama trikomoniasis, yang tersebar di seluruh dunia termasuk Indonesia. Penularannya terjadi melalui hubungan seksual dan dapat menyebabkan vaginitis pada wanita serta uretritis non-gonokokal pada pria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil identifikasi infeksi trikomoniasis pada pasien wanita yang berobat di...
Trichomonas vaginalis merupakan parasit protozoa penyebab infeksi pada saluran genitourinaria bagian bawah pada wanita dan pria. Infeksi ini menimbulkan penyakit menular seksual bernama trikomoniasis, yang tersebar di seluruh dunia termasuk Indonesia. Penularannya terjadi melalui hubungan seksual dan dapat menyebabkan vaginitis pada wanita serta uretritis non-gonokokal pada pria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil identifikasi infeksi trikomoniasis pada pasien wanita yang berobat di Poliklinik Penyakit Kulit dan Kelamin RSUD Datoe Binangkang Bolaang Mongondow. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sampel penelitian diambil menggunakan Teknik accidental sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan pasien yang secara kebetulan ditemui peneliti di lokasi penelitian dan memenuhi kriteria inklusi serta eksklusi yang telah ditetapkan, dengan jumlah sampel sebanyak 25 responden. Hasil pemeriksaan sampel urin pasien di Poliklinik Penyakit Kulit dan Kelamin RSUD Datoe Binangkang Bolaang Mongondow menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya Trichomonas vaginalis pada semua sampel, yang mengindikasikan bahwa prevalensi infeksi Trichomoniasis pada populasi yang diteliti adalah nol. Disarankan peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan jumlah sampel yang lebih besar dan cakupan wilayah yang lebih luas sehingga hasil penelitian dapat lebih menggambarkan kondisi kejadian trikomoniasis di masyarakat. Penggunaan metode diagnostik yang lebih sensitif, seperti kultur atau pemeriksaan molekuler (PCR).