Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat baik di tingkat global, nasional, maupun daerah. Diabetes Melitus dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius apabila tidak dikendalikan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran terjadinya Diabetes Melitus berdasarkan karakteristik responden, faktor pengetahuan, sikap, pola makan, aktivitas fisik, dan tindakan di wilayah kerja Puskesmas Minanga Kota Manado.\\\\\\\\\\\\\\\\r\\...
Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat baik di tingkat global, nasional, maupun daerah. Diabetes Melitus dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius apabila tidak dikendalikan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran terjadinya Diabetes Melitus berdasarkan karakteristik responden, faktor pengetahuan, sikap, pola makan, aktivitas fisik, dan tindakan di wilayah kerja Puskesmas Minanga Kota Manado.\\\\\\\\\\\\\\\\r\\\\\\\\\\\\\\\\nPenelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan terdiri dari 6 informan inti penderita Diabetes Melitus, 6 informan pendukung (keluarga penderita), dan 1 informan kunci yaitu petugas promosi kesehatan Puskesmas Minanga. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan observasi menggunakan checklist. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan metode untuk meningkatkan keabsahan data.\\\\\\\\\\\\\\\\r\\\\\\\\\\\\\\\\nHasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penderita Diabetes Melitus berada pada kelompok usia dewasa akhir dan lanjut usia serta memiliki riwayat keluarga Diabetes Melitus. Pengetahuan informan mengenai Diabetes Melitus tergolong baik. Sebagian besar informan memiliki sikap positif terhadap pengelolaan Diabetes Melitus. Pola makan merupakan faktor yang paling dominan ditemukan, ditandai dengan kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis, makanan bersantan, makanan berlemak, serta konsumsi nasi dalam porsi besar. Aktivitas fisik informan tergolong rendah karena sebagian besar hanya melakukan aktivitas ringan dan tidak memiliki jadwal olahraga yang teratur. Tindakan pengendalian Diabetes Melitus telah dilakukan melalui pengobatan, pengaturan pola makan, dan kontrol kesehatan, namun kepatuhan masih belum optimal.\\\\\\\\\\\\\\\\r\\\\\\\\\\\\\\\\nKesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terjadinya Diabetes Melitus di wilayah kerja Puskesmas Minanga dipengaruhi oleh kombinasi faktor pengetahuan, sikap, pola makan, aktivitas fisik, dan tindakan kesehatan. Pola makan yang kurang sehat dan rendahnya aktivitas fisik merupakan faktor yang paling dominan berkontribusi terhadap terjadinya Diabetes Melitus.