Sifilis merupakan penyakit infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum dan dapat ditularkan dari ibu hamil kepada janin sehingga menyebabkan sifilis kongenital. Deteksi dini sifilis pada ibu hamil sangat penting untuk mencegah komplikasi pada ibu maupun janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan sifilis dengan metode imunokromatografi pada ibu hamil di Puskesmas Ranotana Weru.\r\nJenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Penel...
Sifilis merupakan penyakit infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum dan dapat ditularkan dari ibu hamil kepada janin sehingga menyebabkan sifilis kongenital. Deteksi dini sifilis pada ibu hamil sangat penting untuk mencegah komplikasi pada ibu maupun janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan sifilis dengan metode imunokromatografi pada ibu hamil di Puskesmas Ranotana Weru.\r\nJenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Penelitian dilaksanakan pada bulan April–Mei 2026 di Laboratorium Puskesmas Ranotana Weru. Sampel penelitian berjumlah 30 ibu hamil kunjungan pertama yang belum pernah menjalani skrining sifilis sebelumnya dan dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode imunokromatografi (Treponema pallidum Rapid). Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel serta persentase.\r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 20–35 tahun (80,0%), bekerja sebagai ibu rumah tangga (53,3%), dan berada pada usia kehamilan 14–27 minggu (53,3%). Sebanyak 86,7% responden tidak mengalami gejala klinis keputihan. Hasil pemeriksaan sifilis dengan metode imunokromatografi menunjukkan seluruh responden (100%) memperoleh hasil non-reaktif dan tidak ditemukan hasil reaktif. Hasil ini menunjukkan bahwa tidak ditemukan infeksi sifilis pada ibu hamil yang diperiksa selama periode penelitian. Oleh karena itu, skrining sifilis secara rutin tetap perlu dilakukan sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan sifilis kongenital