Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi, salah satunya gangguan profil lipid berupa perubahan kadar HDL (High Density Lipoprotein). Kadar HDL yang rendah dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular, terlebih pada penderita DM yang disertai hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar HDL pada penderita Diabetes Melitus dengan dan tanpa hipertensi di Puskesmas Teling Atas.\r\n Penelitian ini menggu...
Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi, salah satunya gangguan profil lipid berupa perubahan kadar HDL (High Density Lipoprotein). Kadar HDL yang rendah dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular, terlebih pada penderita DM yang disertai hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar HDL pada penderita Diabetes Melitus dengan dan tanpa hipertensi di Puskesmas Teling Atas.\r\n Penelitian ini menggunakan metode deskriptif komparatif. Sampel penelitian berjumlah 68 responden yang terdiri dari 34 penderita DM dengan hipertensi dan 34 penderita DM tanpa hipertensi. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pemeriksaan kadar HDL dilakukan menggunakan metode presipitasi. Data yang didapat diperoleh dari hasil uji laboratorium di analisis secara deskriptif, dan disajikan dalam bentuk tabel lalu dinarasikan dan dibuat kesimpulan.\r\n Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok DM tanpa hipertensi, sebagian besar responden memiliki kadar HDL kategori baik dan sedang masing-masing sebanyak 14 orang (41,2%). Sementara itu, pada kelompok DM dengan hipertensi, sebagian besar responden memiliki kadar HDL kategori sedang sebanyak 15 orang (44,2%). Berdasarkan lamanya menderita DM dan kepatuhan mengonsumsi obat, sebagian besar responden berada pada kategori HDL sedang hingga baik.