Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui konsumsi pangan fungsional. Nanas dan bayam merupakan bahan pangan yang kaya serat, vitamin, mineral, dan senyawa bioaktif yang berpotensi dikembangkan menjadi minuman fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan responden terhadap jus mix nanas–bayam berdasarkan aspek warna, aroma, rasa, dan tekstur serta mengetahui aspek sensorik yang memiliki ni...
Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui konsumsi pangan fungsional. Nanas dan bayam merupakan bahan pangan yang kaya serat, vitamin, mineral, dan senyawa bioaktif yang berpotensi dikembangkan menjadi minuman fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan responden terhadap jus mix nanas–bayam berdasarkan aspek warna, aroma, rasa, dan tekstur serta mengetahui aspek sensorik yang memiliki nilai penerimaan tertinggi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif melalui uji organoleptik. Sampel penelitian terdiri dari 32 mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Manado yang dipilih secara purposive sampling. Tiga formulasi jus yang diuji yaitu F1 (70% nanas : 30% bayam), F2 (60% nanas : 40% bayam), dan F3 (50% nanas : 50% bayam). Data diperoleh melalui uji organoleptik menggunakan skala hedonik dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi F1 memperoleh nilai rerata tertinggi pada warna (3,87), aroma (3,46), dan rasa (4,37), sedangkan nilai rerata tekstur tertinggi terdapat pada formulasi F2 (3,75). Aspek sensorik dengan nilai penerimaan tertinggi adalah rasa pada formulasi F1 dengan nilai rerata 4,37 (sangat suka). Secara keseluruhan, formulasi F1 memperoleh nilai rerata tertinggi sebesar 3,84 (suka). Dengan demikian, formulasi F1 merupakan formulasi yang paling disukai panelis dan berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional berbasis buah dan sayuran yang dapat diterima oleh konsumen.