PUSTAKA Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Manado
Login
Pencarian Spesifik
PUSTAKA Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Manado
Login
No image available for this title
10X Dilihat
Karya Tulis Ilmiah

Gambaran Kebiasaan Makan Remaja Kelas X di SMK Negeri 2 Manado terhadap Faktor Risiko Terjadinya Diabetes Melitus

Henry S. Imbar
Pengarang
Ana B. Montol
Pengarang
Riska Nurafifa Ellong
Pengarang
Citation Model
Citation Style

APA Style

Karya Tulis Ilmiah
2026
Indonesia
Akses Terbatas

Abstrak

Pola makan remaja yang lebih cenderung tinggi energi, lemak jenuh, dan minuman manis memicu masalah gizi lebih dan obesitas. Kondisi ini menjadi faktor risiko utama terjadinya Diabetes Melitus (DM) tipe 2 di masa mendatang akibat resistensi insulin.Peneletian ini bertujuan gambaran kebiasaan makan dan status gizi (IMT/U) sebagai indikator faktor risiko Diabetes Melitus pada remaja kelas X di SMK Negeri 2 Manado. Jenis Penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectional ini dilakukan ... Pola makan remaja yang lebih cenderung tinggi energi, lemak jenuh, dan minuman manis memicu masalah gizi lebih dan obesitas. Kondisi ini menjadi faktor risiko utama terjadinya Diabetes Melitus (DM) tipe 2 di masa mendatang akibat resistensi insulin.Peneletian ini bertujuan gambaran kebiasaan makan dan status gizi (IMT/U) sebagai indikator faktor risiko Diabetes Melitus pada remaja kelas X di SMK Negeri 2 Manado. Jenis Penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectional ini dilakukan pada Mei 2026. Sampel berjumlah 40 siswa kelas X TKJ yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data kebiasaan makan dikumpulkan melalui wawancara Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan status gizi ditentukan melalui pengukuran antropometri berat badan dan tinggi badan berdasarkan indikator IMT/U. Analisis data disajikan secara deskriptif melalui distribusi frekuensi dan tabulasi silang. Mayoritas responden berusia 16 tahun (55%) dan berjenis kelamin laki-laki (60%). Berdasarkan FFQ, jenis pangan berisiko yang paling sering dikonsumsi adalah mie instan (52,5% 1–3x/minggu), snack kemasan (25% setiap hari), gorengan (20% setiap hari), dan teh manis (17,5% setiap hari). Secara umum, kebiasaan makan responden berada pada kategori tidak berisiko sebesar 55% dan berisiko 45%. Berdasarkan status gizi IMT/U, sebanyak 55% responden memiliki gizi baik, 25% gizi lebih, 15% obesitas, dan 5% gizi kurang. Hasil tabulasi silang menunjukkan kondisi gizi lebih dan obesitas ditemukan baik pada kelompok kebiasaan makan tidak berisiko (17,5% dan 10%) maupun kelompok berisiko (7,5% dan 5%). Meskipun mayoritas responden memiliki status gizi baik, angka kebiasaan makan berisiko serta prevalensi gizi lebih dan obesitas (total 40%) sebagai faktor risiko DM tipe 2 masih tergolong tinggi. Diperlukan edukasi gizi seimbang secara berkala di lingkungan sekolah.
  • Informasi
  • Eksemplar
  • File PDF
Judul Seri
-
No. Panggil
KTI GIZI 2026
Penerbit
Manado : Poltekkes Kemenkes Manado, 2026
Deskripsi Fisik
xv, 52 Hal: Ilustrasi; 27 cm
Bahasa
Indonesia
Edisi
-
Subjek
Diabetes Melitus
Remaja
Status gizi
Kebiasaan Makan
Pangan Berisiko
Pernyataan Tanggung Jawab
Riska Nurafifa Ellong; Henry S. Imbar; Ana B. Montol
Lokasi Koleksi
Barcode ID
Status
Reservasi
#
Poltekkes Kemenkes Manado Kampus A KTI GIZI 2026
KTI GIZI 2026-468-001
Tersedia
Lampiran Berkas
372_abstrak
Baca
372_bab1
Baca
Harap masuk untuk melihat lampiran
Terkunci
372_bab3
Baca
Harap masuk untuk melihat lampiran
Terkunci
372_bab5
Baca
372_lampiran
Baca
Comments

You must be logged in to post a comment

icon
© 2026 Pusat Data Terbitan Akademik
Perpustakaan Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado
Pencarian Spesifik