Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolik yang memerlukan pengaturan pola makan, terutama pembatasan konsumsi gula. Salah satu alternatif produk rendah gula yang dapat dikembangkan yaitu Silky Puding Ekstrak Daun Kelor dengan penambahan pemanis stevia. Namun, tingkat penerimaan konsumen terhadap produk perlu diketahui melalui uji organoleptik. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap Silky Puding Ekstrak Daun Kelor dengan pemanis stevia sebagai alternatif kudapan...
Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolik yang memerlukan pengaturan pola makan, terutama pembatasan konsumsi gula. Salah satu alternatif produk rendah gula yang dapat dikembangkan yaitu Silky Puding Ekstrak Daun Kelor dengan penambahan pemanis stevia. Namun, tingkat penerimaan konsumen terhadap produk perlu diketahui melalui uji organoleptik. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap Silky Puding Ekstrak Daun Kelor dengan pemanis stevia sebagai alternatif kudapan selingan bagi penderita Diabetes Melitus.\r\n Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode uji organoleptik (uji hedonik) terhadap 30 panelis agak terlatih. Penelitian menggunakan dua formulasi perlakuan yaitu P1 dan P2. Parameter yang dinilai meliputi warna, aroma, tekstur, dan rasa. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan rerata tingkat penerimaan panelis.\r\n Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi P2 memperoleh tingkat penerimaan lebih tinggi dibandingkan P1 dengan rerata nilai organoleptik sebesar 4,3 (suka), sedangkan P1 memperoleh rerata 3,95. Formulasi P2 lebih disukai pada parameter warna, tekstur, dan rasa, sedangkan aroma lebih disukai pada P1. Disimpulkan bahwa Silky Puding Ekstrak Daun Kelor dengan pemanis stevia dapat diterima secara organoleptik dan formulasi P2 menjadi formulasi yang paling disukai.