Anemia merupakan masalah gizi yang tersebar luas di seluruh dunia yang prevalensinya masih tinggi di Indonesia, terutama diderita oleh remaja putri yang disebabkan oleh rendahnya asupan zat besi (Fe) serta kehilangan darah akibat menstruasi, oleh karena itu edukasi menjadi langkah penting dalam pencegahan sejak dini. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri tentang anemia sebelum dan sesudah diberikan edukasi di SMK Negeri 2 Manado. \r\n Penelitian i...
Anemia merupakan masalah gizi yang tersebar luas di seluruh dunia yang prevalensinya masih tinggi di Indonesia, terutama diderita oleh remaja putri yang disebabkan oleh rendahnya asupan zat besi (Fe) serta kehilangan darah akibat menstruasi, oleh karena itu edukasi menjadi langkah penting dalam pencegahan sejak dini. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri tentang anemia sebelum dan sesudah diberikan edukasi di SMK Negeri 2 Manado. \r\n Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental menggunakan rancangan one group pretest–posttest design dengan jumlah responden sebanyak 25 siswi kelas 10 dan 11. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang terdiri dari 15 soal, meliputi aspek pengertian, penyebab, pencegahan, serta Tablet Tambah Darah (TTD). \r\n Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil sebelum edukasi mayoritas responden berada pada kategori pengetahuan cukup (44,0%) dan kategori baik (44,0%), dengan (11,0%) dalam kategori rendah. Setelah diberikan edukasi terjadi peningkatan signifikan di mana (92,0%) responden berada dalam kategori pengetahuan baik dan hanya (8,0%) dalam kategori cukup, serta kategori rendah turun menjadi 0%.