Penyalahgunaan narkoba pada remaja merupakan permasalahan kesehatan yang dapat menimbulkan dampak fisik, psikologis, dan sosial serta berpotensi mengganggu proses belajar dan perkembangan generasi muda. Oleh karena itu, diperlukan upaya deteksi dini sebagai langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil skrining narkoba pada siswa kelas XI-2 SMA Negeri 1 Guru Lombok Kalawat menggunakan metode imunokromatografi. Penelitian...
Penyalahgunaan narkoba pada remaja merupakan permasalahan kesehatan yang dapat menimbulkan dampak fisik, psikologis, dan sosial serta berpotensi mengganggu proses belajar dan perkembangan generasi muda. Oleh karena itu, diperlukan upaya deteksi dini sebagai langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil skrining narkoba pada siswa kelas XI-2 SMA Negeri 1 Guru Lombok Kalawat menggunakan metode imunokromatografi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik total sampling terhadap 25 siswa sebagai responden. Sampel urin diperiksa menggunakan rapid test sebagai metode skrining untuk mendeteksi tujuh parameter, yaitu Amphetamine (AMP), Tetrahydrocannabinol (THC), Morphine (MOP), Methamphetamine (MET), Benzodiazepine (BZO), Cocaine (COC), dan Synthetic Cannabinoid (K2). Hasil skrining narkoba menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) memberikan hasil negatif pada ketujuh parameter yang diuji, sehingga tidak ditemukan indikasi penggunaan narkoba pada kelompok yang diteliti. Temuan ini menunjukkan bahwa siswa kelas XI-2 SMA Negeri 1 Guru Lombok Kalawat yang menjadi responden penelitian tidak terdeteksi menggunakan narkoba berdasarkan pemeriksaan imunokromatografi. Meskipun demikian, edukasi, pencegahan, dan skrining berkala tetap perlu dilakukan untuk mempertahankan lingkungan sekolah yang bebas dari penyalahgunaan narkoba.