Produksi ASI yang tidak optimal merupakan salah satu masalah yang sering dialami ibu nifas dan dapat memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Cakupan ASI eksklusif di Puskesmas Kombos pada Tahun 2025 sebanyak 33 %. Prevalensi gizi buruk di Indonesia pada tahun 2024 sebesar 7,4%, di Provinsi Sulawesi Utara sebesar 15,5%, dan di Kota Manado sebesar 13,7%. Selain itu, prevalensi stunting di Indonesia sebesar 19,8%, di Provinsi Sulawesi Utara sebesar 5,2%, dan di Kota Manado sebesar 18,8%. ...
Produksi ASI yang tidak optimal merupakan salah satu masalah yang sering dialami ibu nifas dan dapat memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Cakupan ASI eksklusif di Puskesmas Kombos pada Tahun 2025 sebanyak 33 %. Prevalensi gizi buruk di Indonesia pada tahun 2024 sebesar 7,4%, di Provinsi Sulawesi Utara sebesar 15,5%, dan di Kota Manado sebesar 13,7%. Selain itu, prevalensi stunting di Indonesia sebesar 19,8%, di Provinsi Sulawesi Utara sebesar 5,2%, dan di Kota Manado sebesar 18,8%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masalah gizi pada bayi masih menjadi perhatian sehingga diperlukan upaya untuk mengoptimalkan produksi ASI, salah satunya melalui kombinasi pijat laktasi dan terapi musik Mozart. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi pijat laktasi dan terapi musik Mozart terhadap produksi ASI pada ibu nifas di Puskesmas Kombos Kecamatan Singkil Kota Manado.\\r\\nPenelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 34 ibu nifas yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Produksi ASI diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan lembar observasi, pompa ASI elektrik, dan gelas ukur. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. \\r\\nHasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden memiliki produksi ASI kategori tidak cukup sebanyak 22 responden (64,7%), sedangkan setelah intervensi semua kategori cukup sebanyak (100,0%). Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p-value = 0,000 berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara produksi ASI sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Sehingga disimpulkan bahwa kombinasi pijat laktasi dan terapi musik Mozart efektif meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas di Puskesmas Kombos Kecamatan Singkil Kota Manado. Disarankan intervensi ini dapat dijadikan sebagai alternatif terapi nonfarmakologis dalam pelayanan kebidanan untuk mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif.