Asam urat merupakan hasil akhir metabolisme purin yang terbentuk melalui proses enzimatik di dalam tubuh dan diekskresikan terutama melalui ginjal. Gangguan pada pembentukan maupun ekskresi asam urat dapat menyebabkan hiperurisemia, yaitu peningkatan kadar asam urat dalam darah. Hiperurisemia yang berlangsung dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan deposisi kristal urat pada jaringan ginjal sehingga berpotensi menurunkan fungsi ginjal. Ureum sebagai produk akhir metabolisme protein merupakan s...
Asam urat merupakan hasil akhir metabolisme purin yang terbentuk melalui proses enzimatik di dalam tubuh dan diekskresikan terutama melalui ginjal. Gangguan pada pembentukan maupun ekskresi asam urat dapat menyebabkan hiperurisemia, yaitu peningkatan kadar asam urat dalam darah. Hiperurisemia yang berlangsung dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan deposisi kristal urat pada jaringan ginjal sehingga berpotensi menurunkan fungsi ginjal. Ureum sebagai produk akhir metabolisme protein merupakan salah satu parameter penilaian fungsi ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran ureum serum pada penderita asam urat di Rumah Sakit Dr. J. H. Awaloei Manado. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 50 responden penderita asam urat yang memenuhi kriteria inklusi. Pemeriksaan kadar ureum serum dilakukan menggunakan metode enzimatik kolorimetri dengan alat Biosystem BTS Semi-Automatic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 32 responden (64%) memiliki kadar ureum normal, sedangkan 18 responden (36%) memiliki kadar ureum meningkat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa mayoritas penderita asam urat di Rumah Sakit Dr. J. H. Awaloei Manado memiliki kadar ureum serum dalam batas normal, yang mengindikasikan bahwa fungsi ginjal masih relatif baik dalam mengekskresikan zat sisa metabolisme.