Efektivitas Terapi Bermain Kaleidoskop terhadap Ketakutan Anak Prasekolah yang dilakukan Tindakan Invasif Intravena di IGD RSU GMIM Pancaran Kasih Manado
Latar Belakang: Anak prasekolah merupakan kelompok usia yang rentan mengalami ketakutan ketika menjalani prosedur medis di rumah sakit, khususnya tindakan invasif intravena. Ketakutan yang muncul dapat menghambat kerja sama anak dengan tenaga kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi sederhana dan efektif untuk membantu mengurangi ketakutan anak. Salah satu bentuk intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah terapi bermain kaleidoskop, yang berfungsi sebagai distraksi visual de...
Latar Belakang: Anak prasekolah merupakan kelompok usia yang rentan mengalami ketakutan ketika menjalani prosedur medis di rumah sakit, khususnya tindakan invasif intravena. Ketakutan yang muncul dapat menghambat kerja sama anak dengan tenaga kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi sederhana dan efektif untuk membantu mengurangi ketakutan anak. Salah satu bentuk intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah terapi bermain kaleidoskop, yang berfungsi sebagai distraksi visual dengan pola dan warna menarik sehingga mampu mengalihkan perhatian anak dari rasa takut. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui efektivitas terapi bermain kaleidoskop terhadap ketakutan anak prasekolah yang menjalani tindakan invasif intravena di IGD RSU GMIM Pancaran Kasih Manado.Metodologi: Desain penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah quasi-experimental dengan rancangan pretest posttest control design, dengan sampel 60 orang, 30 kelompok terapi bermain kaleidoskop dan 30 kelompok. Menggunakan uji non parametrik Wilcoxcon-Signed Rank Test untuk membandingkan nilai pretest dan posttest masing-masing kelompok dan uji Mann-Whitney U Test untuk membandingkan kedua kelompok. Hasil Penelitian: Rata-rata skor tingkat ketakutan pada kelompok terapi bermain kaleidoskop sebelum diberikan adalah 4,37 dan menurun menjadi 2,47 setelah intervensi (p = 0,000). Pada kelompok kontrol, rata-rata skor stres hospitalisasi menurun dari 4,33 menjadi 4,03 (p = 0,285). Hasil uji Mann-Whitney U Test menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok terapi bermain kaleidoskop dan kelompok intervensi standar rumah sakit setelah perlakuan (p = 0,000), dengan rata-rata skor tingkat ketakutan kelompok terapi bermain Kaleidoskop lebih rendah dibandingkan kelompok intervensi standar rumah sakit.Kesimpulan: Terapi bermain kaleidoskop efektif menurunkan ketakutan anak prasekolah saat menjalani tindakan invasif intravena. Kaleidoskop dapat dijadikan intervensi sederhana, murah, dan praktis dalam pelayanan keperawatan anak untuk meningkatkan kenyamanan dan kooperasi selama prosedur medis. Kata Kunci: Terapi bermain, Kaleidoskop, Ketakutan anak prasekolah, Tindakan invasif intravena.