Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus memenuhi persyaratan kualitas kesehatan, termasuk parameter kimia berupa besi (Fe) dan mangan (Mn). Kandungan Fe dan Mn yang melebihi baku mutu dapat menimbulkan gangguan estetika air serta berpotensi menimbulkan dampak kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar besi (Fe) dan mangan (Mn) pada air bersih di wilayah kerja Puskesmas Wenang Kota Manado. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Populasi pe...
Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus memenuhi persyaratan kualitas kesehatan, termasuk parameter kimia berupa besi (Fe) dan mangan (Mn). Kandungan Fe dan Mn yang melebihi baku mutu dapat menimbulkan gangguan estetika air serta berpotensi menimbulkan dampak kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar besi (Fe) dan mangan (Mn) pada air bersih di wilayah kerja Puskesmas Wenang Kota Manado. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 745 sumur bor yang berada di Kelurahan Calaca dan Kelurahan Komo Luar, dengan sampel sebanyak 30 sumur bor yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pemeriksaan kadar Fe dan Mn dilakukan di Balai Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Manado menggunakan metode kolorimetri dengan alat Spektrofotometer UV-Vis. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel serta dinarasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar Fe memenuhi syarat pada 20 sampel (66,67%) dan tidak memenuhi syarat pada 10 sampel (33,33%), dengan kadar tertinggi sebesar 3,3 mg/L. Kadar Mn memenuhi syarat pada 14 sampel (46,67%) dan tidak memenuhi syarat pada 16 sampel (53,33%), dengan kadar tertinggi sebesar 3,9 mg/L. Disimpulkan bahwa persentase (66,67%) sampel memenuhi baku mutu untuk parameter Fe, namun persentase (53,33%) sampel tidak memenuhi baku mutu untuk parameter Mn berdasarkan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023.