Kecacingan yang disebabkan oleh nematoda usus masih menjadi salah satu persoalan kesehatan pada kelompok anak usia sekolah dan dapat berdampak pada pertumbuhan serta perkembangan mereka. Keberadaan telur cacing di lingkungan berkaitan dengan perilaku kebersihan yang belum optimal, misalnya tidak mencuci tangan sebelum makan, menggigit kuku, dan bermain tanpa alas kaki. Penelitian ini bertujuan mengetahui ada atau tidaknya telur cacing Nematoda Usus pada anak SDN 1 Motabang, Kecamatan Lolak, Kabu...
Kecacingan yang disebabkan oleh nematoda usus masih menjadi salah satu persoalan kesehatan pada kelompok anak usia sekolah dan dapat berdampak pada pertumbuhan serta perkembangan mereka. Keberadaan telur cacing di lingkungan berkaitan dengan perilaku kebersihan yang belum optimal, misalnya tidak mencuci tangan sebelum makan, menggigit kuku, dan bermain tanpa alas kaki. Penelitian ini bertujuan mengetahui ada atau tidaknya telur cacing Nematoda Usus pada anak SDN 1 Motabang, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan populasi 80 siswa kelas 1–3 SDN 1 Motabang. Pemilihan responden dilakukan secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan diperoleh 44 responden. Pemeriksaan spesimen feses dilakukan dengan metode Natif dan Kato-Katz. Dari 44 spesimen yang diperiksa melalui metode Natif, ditemukan satu sampel (2%) yang mengandung telur Nematoda Usus dengan spesies Ascaris lumbricoides, sedangkan pemeriksaan Kato-Katz tidak menunjukkan hasil positif. Berdasarkan temuan tersebut, telur Nematoda Usus ditemukan pada 2% responden dan spesies yang teridentifikasi adalah Ascaris lumbricoides.