Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Lingkungan III Kelurahan Perkamil Kecamatan Paal Dua Kota Manado
Pengelolaan sampah rumah tangga di Indonesia belum optimal. Kota Manado menjadi penyumbang timbunan sampah terbanyak di Sulawesi Utara pada 2021–2024. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga di Lingkungan III Kelurahan Perkamil Kota Manado. Jenis penelitian deskriptif ini dilakukan pada April–Mei 2026. Sampel sebanyak 100 Kepala Keluarga (KK) dipilih menggunakan rumus Slovin dari populasi 133 KK. Data primer d...
Pengelolaan sampah rumah tangga di Indonesia belum optimal. Kota Manado menjadi penyumbang timbunan sampah terbanyak di Sulawesi Utara pada 2021–2024. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga di Lingkungan III Kelurahan Perkamil Kota Manado. Jenis penelitian deskriptif ini dilakukan pada April–Mei 2026. Sampel sebanyak 100 Kepala Keluarga (KK) dipilih menggunakan rumus Slovin dari populasi 133 KK. Data primer dikumpulkan melalui wawancara kuesioner terstruktur, lalu dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan seluruh responden (100%) memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai pengelolaan sampah rumah tangga. Dari aspek sikap, sebagian besar responden (99%) setuju pengelolaan sampah penting untuk menjaga kesehatan keluarga. Namun, pada aspek tindakan mayoritas responden tidak memilah sampah sebelum dibuang (74%), tidak memanfaatkan kembali sampah yang masih bisa digunakan (77%), mengabaikan tempat sampah yang disediakan (51%), serta masih melakukan pembakaran sampah rumah tangga (51%). Di sisi lain, terdapat indikator positif berupa upaya pengurangan penggunaan sampah plastik sekali pakai yang dilakukan oleh sebagaian responden (56%). Kesimpulan dari penelitian ini terdapat kesenjangan (gap) signifikan antara pengetahuan dan sikap yang baik dengan tindakan yang masih kurang baik. Pemerintah kelurahan disarankan menyediakan sarana tempat sampah terpilah serta pelatihan praktis berbasis komunitas (3R dan bank sampah) demi memicu habituasi ramah lingkungan.